Kritik Impor 105.000 Pick Up India: Jalan Pintas yang Mengancam Fondasi Industri Nasional

wartaekonomi.co.id
18 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up secara utuh (CBU) dari India mencerminkan permasalahan kepemimpinan ekonomi dan industrialisasi yang tidak sinkron karena akan melemahkan arah kebijakan industri nasional.

Di tengah implementasi kebijakan industrialisasi, kebijakan jalan pintas ini berpotensi menjadi langkah deindustrialisasi yang terselubung. Jika terus dilakukan, maka ini menjadi kebijakan instan jangka pendek terlihat praktis, tetapi dalam jangka panjang melemahkan struktur industri nasional.

Kebijakan ini menimbulkan masalah makroekonomi, karena impor masif ini menekan neraca perdagangan dan sekaligus akan membuat neraca pembayaran tertekan terus negatif. Indonesia sudah mengekspor otomotif ke manca negara dalam jumlah besar, lebih setengah juta unit (518 ribu unit).

Kebijakan ini melemahkan strategi ekspor otomotif Indonesia. Negara yang tengah berupaya memperkuat posisi sebagai basis produksi otomotif regional justru berisiko berubah menjadi pasar bagi produsen luar negeri.

Kebijakan ini menjadi preseden bahwa industri domestik dapat dengan mudah dikorbankan demi solusi cepat, yang pada akhirnya melemahkan fondasi transformasi ekonomi Indonesia.

Industri otomotif Indonesia selama dua dekade terakhir telah berkembang menjadi basis produksi regional dan eksportir global. Masuknya impor dalam jumlah besar berpotensi menurunkan utilisasi pabrik, menekan volume produksi, serta melemahkan daya saing industri yang telah dibangun dengan investasi besar.

Ini jelas merupakan kebijakan yang salah dan sekaligus cerminan inkonsistensi dari strategi industrialisasi pemerintah. Negara secara simultan mendorong TKDN, investasi manufaktur, dan penguatan rantai pasok, tetapi melemahkannuya, membuka pintu impor massal kendaraan yang masif. Inkonsistensi kebijakan seperti ini menciptakan ketidakpastian bagi investor dalam dan luar negeri, serta berisiko merusak kredibilitas kebijakan industri jangka panjang.

Baca Juga: DPR RI Minta Impor 105.000 Pikap India Ditunda: Tunggu Keputusan Presiden Prabowo

Pemerintah mutlak harus membatalkannya. Harus ada arah kbijakan yang konsisten dan strategis dengan menjadikan prioritas produksi domestik melalui pengadaan pemerintah. Dana publik, dan pajak harus digunakan untuk memperkuat industri nasional. Pemerintah mendorong peningkatan investasi kendaraan niaga lokal dan membuat kebijakan industri yang konsisten dengan agenda hilirisasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tambah Rute di Makassar, Perkuat Virtual Hub dan Layanan Fly-Thru untuk Dukung Pariwisata dan Ekonomi Indonesia Timur
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Komisaris Independen Mengundurkan Diri, ITMG Siapkan RUPS
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Jaksa Dalami Pembelian 4 Lahan Sawit Menantu Eks Sekretaris MA Nurhadi
• 19 jam laludetik.com
thumb
Konsumsi Meningkat, Harga Pangan Ramadan Masih Wajar
• 52 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Ditanya soal Pembahasan RUU PPRT, Dasco: Masih dalam Tahap Menerima Partisipasi Publik
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.