Kecelakaan bus Transjakarta terjadi kemarin, Senin, 23 Februari 2026, di Cipulir, Jakarta Selatan yang mengakibatkan 23–24 orang mengalami luka-luka, kebanyakan luka ringan akibat terkena kaca dan benturan.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa biaya perawatan penumpang sudah ditanggung penuh oleh pihak manajemen Transjakarta.
"Untuk korban ditanggung sepenuhnya oleh Transjakarta," kata Pramono kemarin.
Ia menambahkan kejadian itu diakibatkan oleh human error atau si supir mengalami kelelahan fisik meski sistem manajemen operasional Transjakarta telah tertata dengan baik.
Menurutnya, kurangnya waktu istirahat diduga memengaruhi konsentrasi pengemudi hingga akhirnya kendaraan melintas ke jalur berlawanan.
Baca Juga: Sebanyak 45 Persen Pengguna Setuju Fitur ADAS Bantu Hindari Kecelakaan
"Ini human error, sehingga bus menyebrang dan melawan arah,” tandasnya.
Berdasarkan data yang diterimanya, total korban luka mencapai 23 orang. Seluruh korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sebanyak 21 orang dirawat di RS Sari Asih, sementara dua korban lainnya dirujuk ke RS Bakti Asih.
Dari laporan awal, kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi bus operator BMP 220263 mengantuk sehingga kendaraan hilang kendali dan masuk ke lajur berlawanan arah. Pada saat bersamaan, bus dengan kode MYS 17100 melaju dari arah berlawanan hingga tabrakan tidak terhindarkan.
Untuk diketahui, Senin 23 Februar sekitar pukul 07.15 WIB, terjadi kecelakaan di jalur layang Koridor 13 atau Jalur Langit di ruas Swadarma menuju Cipulir, Jakarta Selatan.
Dua bus Transjakarta yang datang dari arah berlawanan bertabrakan adu banteng, benturan keras itu membuat bagian depan kedua bus remuk dan serpihan kaca masuk ke dalam kabin kendaraan dan mengenai penumpang.
Berdasarkan keterangan dari Polisi dan manajemen Transjakarta, kejadian itu diawali karena salah satu sopir bus dilaporkan mengalami microsleep saat mengemudi, sehingga kendaraannya masuk ke jalur berlawanan dan menghantam bus lain yang membawa penumpang.
Akibat dari benturan ini, petugas mencatat ada sekitar 23–24 orang mengalami luka-luka, kebanyakan luka ringan akibat terkena kaca dan benturan.
Dua di antara mereka bahkan mengalami patah tulang ringan dan dirawat di rumah sakit setempat seperti RS Sari Asih Ciledug dan Bakti Mulya Slipi.
Seluruh korban segera dievakuasi oleh petugas dan mendapatkan penanganan medis, dan tidak ada laporan korban yang meninggal dunia dari insiden ini.




