Depan Hakim MK, Refly Minta 3 Kelompok Akademisi, Peneliti, Aktivis Tak Dipidana

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPASTV - Pakar hukum tata negara sekaligus Kuasa Hukum Roy Suryo Cs, Refly Harun menegaskan kerja-kerja publik tidak seharusnya dapat dikriminalisasi sepanjang dilakukan dengan niat baik dan untuk kepentingan publik.

Hal itu disampaikannya dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (23/2/2026).

Refly menjelaskan, pihaknya mengusulkan perumusan norma yang melindungi akademisi, peneliti, maupun aktivis dalam menyampaikan kritik, pendapat, hasil penelitian, atau pernyataan terhadap tindakan dan keputusan pejabat negara yang telah menjadi ranah publik.

Menurutnya, kritik terhadap pejabat, baik yang masih menjabat maupun yang telah purna tugas, tidak boleh dipidana selama disampaikan dengan itikad baik dan demi kepentingan umum.

“Yang kami inginkan adalah kerja-kerja publik itu tidak bisa dipidana sepanjang dilakukan dengan niat baik dan untuk kepentingan publik,” ujar Refly dalam persidangan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Galih

#reflyharun #sidangmk #roycs

Baca Juga: SBY Ingatkan Indonesia Harus Siap Perang Dunia Ketiga, Gubernur Lemhannas: Sinyalnya Sangat Kuat

 

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV

Tag
  • refly harun
  • roy cs
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Howe tegaskan tetap turunkan skuad terbaik hadapi Qarabag
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Ketua Komisi II: RUU Pemilu Masuk Tahap Penyusunan DIM dan Naskah Akademik
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Harga Pangan Naik: Daging Ayam Kini Rp45 Ribu per Kg, Daging Sapi Capai Rp135 Ribu per Kg
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Periksa Pegawai Bea Cukai, Telusuri Prosedur Kepabeanan hingga Temuan Rp5 Miliar
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Pemerintah Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India, Ini Pertimbangannya
• 15 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.