Soal Akuisisi PNM di Bawah Kemenkeu, Ini Bocoran dari Purbaya

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, pemerintah masih membahas soal wacana akuisisi PT Permodalan Nasional Madani alias PNM, supaya bisa dijadikan sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.

Dimana kapasitas SMV sendiri nantinya akan menjadi BUMN di bawah binaan Kemenkeu, dengan misi pembangunan tertentu di luar fungsi fiskal rutin.

Baca Juga :
Ekspansi Nikel Global Rambah BEI, Perusahaan Hong Kong Siap Akuisisi Emiten Lokal
Purbaya sebut Alumni LPDP yang Hina Indonesia Setuju Kembalikan Uang Beasiswa dan Bunganya

"(Soal akuisisi PNM di bawah Kemenkeu) masih kita diskusikan," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
  • [tangkapan layar]

Sejumlah hal yang masih dibahas antara lain yakni soal tingginya rasio kredit bermasalah alias Non-Performing Loan (NPL) Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang disebut-sebut mencapai 10 persen.

Purbaya menilai, hal itu harus menjadi perhatian penting bagi pihaknya, mengingat bahwa subsidi bunga KUR dirogoh dari kocek pemerintah sendiri dan menjadi beban fiskal yang harus ditanggung pemerintah.

Supaya penyaluran subsidi untuk hal itu efektif dan tepat sasaran, Purbaya mengaku masih harus mendiskusikan hal tesebut secara lebih jauh. Hal itu bahkan harus mempertimbangkan pula perbandingan orientasi antara perusahaan terbuka yang mencari laba, dengan tujuan program KUR tersebut.

Padahal, KUR itu sendiri diamanahkan sebagai fasilitas pembiayaan yang murah bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

"Nanti kita lihat juga, itu bisa diubah apa enggak? Kalau bisa, ya kita ubah. Tapi kalau enggak bisa, ya udah," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Purbaya telah mengungkapkan alasannya hendak mengakuisisi PNM, yakni karena anak usaha BRI itu memiliki kinerja dan tata kelola yang baik. Utamanya dalam hal penyaluran pembiayaan kepada segmen UMKM.

"Kenapa saya tertarik? Karena dia cukup bagus tuh manajemennya. Cara mereka memberikan kredit juga (bagus). Jadi saya pikir tarik aja (di bawah Kemenkeu)," ujarnya.

Baca Juga :
Gencar Segel Toko Emas, Purbaya Akui Banyak Barang 'Spanyol' alias Separuh Nyolong
Purbaya Blacklist dan Beri Sanksi ke Suami-Istri Viral Penerima LPDP, Ini Dampaknya
Perkuat Likuiditas dan Penyaluran Kredit, Purbaya Perpanjang Penempatan SAL Rp 200 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ignasius Jonan Diangkat Menjadi Presiden Komisaris SOHO 
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Resmi Dibuka! Mudik Gratis Pemprov DKI 2026, Ini Link Daftar, Syarat, Jadwal, dan 20 Kota Tujuan
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Pasar Murah Ramadhan 2026: Jawa Timur, Subang, hingga Gorontalo Jaga Daya Beli Masyarakat
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Oknum Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas, Lemkapi Minta Proses Hukum Tegas!
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Seusai Gulingkan Deltras FC, Pelatih PSIS Ingatkan Pemain Tak Hilang Fokus: Tujuh Laga Penting Menanti!
• 22 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.