Sebuah ledakan terjadi pada Senin malam di Kota Mykolaiv, Ukraina selatan. Pihak berwenang mengatakan sebanyak tujuh petugas polisi Ukraina terluka.
Dilansir AFP, Selasa (24/2/2026), ddua korban berada dalam kondisi kritis setelah ledakan tersebut. Ledakan terjadi dua hari setelah insiden serupa di kota Lviv di barat yang dikecam oleh Kyiv sebagai "serangan teroris" oleh Rusia.
Kepala polisi nasional Ivan Vyguivsky mengatakan bahwa ledakan pada hari Senin terjadi pada pukul 18.10 waktu setempat.
"Para dokter berjuang untuk menyelamatkan nyawa (korban luka serius)," kata Vyguivsky.
Vyguivsky tidak memberikan rincian tentang penyebab ledakan tersebut. Vyguivsky mengecam "serangan yang ditargetkan" yang bertujuan untuk "membunuh petugas polisi Ukraina" dan "menggoyahkan stabilitas negara", yang terjadi menjelang peringatan keempat invasi Rusia.
"Dua hari yang lalu, serangan teroris terhadap petugas polisi terjadi di Lviv. Ini bukan kebetulan," katanya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan di X bahwa "semua keadaan sedang diklarifikasi" terkait insiden Mykolaiv, termasuk kemungkinan serangan teroris.
Menurut Zelensky, pihak berwenang Ukraina telah menangkap "beberapa" tersangka setelah serangan Lviv, yang menewaskan seorang polisi wanita muda dan melukai 25 lainnya pada malam Sabtu hingga Minggu.
Menteri Dalam Negeri Igor Klymenko menyalahkan Rusia atas ledakan tersebut.
Sejak awal invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022, tentara dan pejabat Ukraina telah berulang kali menjadi sasaran ledakan jauh dari garis depan.
(lir/lir)





