KPK Ulik Peran Korporasi Blueray di Kasus Suap Importasi Bea Cukai

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami peran PT Blueray dalam kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea Cukai. Penyidik mengulik kemungkinan tindakan suap dilakukan korporasi.

"Tentu penyidik masih akan terus mendalami apakah kemudian ini merupakan perbuatan individu atau korporasi," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip pada Selasa, 24 Februari 2026.

Budi mengatakan, penyidik terus melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi. Men rea atau niat jahat dalam kasus ini menjadi salah satu objek yang harus diungkap oleh KPK.

"Ini masih akan terus ditelusuri tentunya dengan pendalaman dari para saksi untuk bisa menerangkan terkait dengan PMH atau perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersebut," ucap Budi.
 

Baca Juga :KPK Periksa Direktur PT Niogayo Terkait Kasus Suap Ditjen Pajak


KPK membuka peluang mengembangkan kasus ini dengan menjerat pihak lain. Termasuk, menetapkan Blueray sebagai tersangka korporasi jika adanya kecukupan bukti yang menjelaskan tindakan suap merupakan permainan perusahaan.

"Ya. Terbuka kemungkinan, bergantung nanti unsur PMH-nya itu apakah dilakukan oleh individu atau dilakukan oleh suatu korporasi ya, dalam hal ini BR (Blueray)," ujar Budi.


Jubir KPK Budi Prasetyo/Metro TV/Candra Yuri

KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Keenamnya ialah Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Rizal (RZL), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Sispiran Subiaksono (SIS), dan Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea dan Cukai Orlando Hamonangan (ORL).

Lalu, Pemilik PT Blueray (BR) John Field, Ketua Tim Dokumentasi Blueray Andri (AND), dan Manager Operasional Blueray Dedy Kurniawan (DK). Mereka terseret kasus dugaan rasuah terkait importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap Pencuri Mobil Pria Mabuk yang Terkapar di Jalanan Jakbar
• 16 jam laludetik.com
thumb
Waspada Penipuan! Eks Brimob di Pasukan Rusia Ingatkan WNI Soal Link Rekrutmen Bodong
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Polemik Kebijakan Kuota Internet dan Kerugikan Konsumen
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Dapat Pesan dari Pimpinan DPR, Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Tunda Impor Pikap dari India
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Suasana Samsat Semarang di Tengah Kenaikan Pajak
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.