5 Kebiasaan yang Diam-Diam Menghilangkan Pahala Puasa

celebesmedia.id
6 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ramadan adalah bulan paling mulia bagi umat Islam. Bulan turunnya Alquran, dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dan dilipatgandakannya pahala. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ramadan adalah momentum terbaik untuk bertobat, memperbaiki diri, dan menguatkan iman.

Orang yang berpuasa dijanjikan banyak keutamaan diantaranya diampuni dosa, dijauhkan dari neraka, dan dimudahkan menuju surga. Namun, keutamaan itu bisa berkurang bahkan hilang jika kita melakukan kebiasaan yang merusak nilai puasa.

Berikut lima kebiasaan yang perlu dihindari agar puasa tidak sia-sia mengutip laman muslim.or.id

1. Tetap Melakukan Perbuatan Haram

Sebagian orang menahan lapar dan haus, tetapi tidak menjaga lisan dan perilaku. Ghibah, fitnah, dusta, mencela, iri hati, dan ucapan kasar masih dilakukan.

Padahal, inti puasa adalah menahan diri dari yang haram. Tidak masuk akal jika kita meninggalkan yang halal seperti makan dan minum, tetapi tetap melakukan dosa.

Sebagian ulama seperti Ibnu Hazm berpendapat maksiat dapat membatalkan puasa. Namun pendapat yang lebih kuat menyatakan maksiat tidak membatalkan secara hukum, tetapi menghapus pahala. Pendapat ini dikuatkan oleh Muhammad Nasiruddin al-Albani yang menilai riwayat tentang batalnya puasa karena maksiat sebagai hadis lemah.

Rasulullah bersabda:

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”

Artinya, puasa tanpa menjaga lisan hanya menghasilkan lapar dan haus.

2. Berakhlak Buruk Saat Berpuasa

Ada yang mudah marah, tersinggung, bahkan kasar kepada keluarga saat puasa. Alasan klasiknya: lapar dan lemas.

Padahal Rasulullah bersabda bahwa puasa adalah perisai. Orang yang berpuasa tidak boleh berkata kotor atau berteriak. Jika dicela, ia cukup berkata, “Saya sedang berpuasa.”

Puasa seharusnya melatih kesabaran, bukan memperburuk emosi.

3. Bermalas-Malasan Sepanjang Hari

Sebagian orang menjadikan Ramadan sebagai bulan tidur. Aktivitas dikurangi, ibadah pun minim.

Padahal sejarah mencatat banyak peristiwa besar terjadi di bulan Ramadan, seperti Perang Badar dan Fathu Makkah. Ini bukti bahwa Ramadan bukan bulan kemalasan.

Ada hadits populer berbunyi, “Tidurnya orang puasa adalah ibadah.” Namun para ulama menilai hadits ini lemah sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan.

Ramadan justru waktu terbaik memperbanyak amal saleh.

4. Berlebihan Saat Berbuka

Ramadan identik dengan aneka makanan. Banyak orang sibuk berburu takjil hingga lupa tilawah dan zikir.

Saat berbuka, makan berlebihan membuat tubuh berat untuk salat Magrib, Isya, dan Tarawih. Padahal tujuan puasa adalah melatih pengendalian diri, bukan pelampiasan nafsu makan.

Makan secukupnya akan menjaga energi dan kekhusyukan ibadah.

5. Kendur di 10 Hari Terakhir

Masjid biasanya penuh di awal Ramadan, lalu semakin sepi menjelang akhir. Padahal 10 malam terakhir adalah fase terpenting karena di dalamnya ada malam Lailatul Qadar.

Ironisnya, banyak orang justru sibuk belanja dan persiapan Lebaran. Semangat ibadah menurun ketika seharusnya meningkat.



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bologna vs Udinese: Penalti Menangkan I Rossoblu
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Menag Tak Bisa Dijerat Pasal Gratifikasi Terkait Jet Pribadi, Begini Kata KPK
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
AS Bisa Akses Mineral Kritis RI, Bahlil: Sampai Hilirisasi!
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi Anak Buron Riza Chalid di Kasus Minyak Mentah
• 18 jam laludetik.com
thumb
Profil Bripda Muhammad Rio: Eks Brimob Polda Aceh yang Membelot Jadi Tentara Rusia
• 21 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.