Kadin Apresiasi Respons Cepat Penundaan Impor 105 Ribu PIkap dari India Buat Operasional Kopdes Merah Putih

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Pemerintah melakukan penundaan rencana impor 105.000 mobil pikap dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi respons cepat tersebut.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin menilai sikap tersebut sejalan dengan aspirasi pelaku industri sekaligus melindungi industri otomotif nasional.

Baca Juga :
Ekonom Kritik Impor 105 Ribu Pikap India: Inkonsisten dan Melemahkan Daya Saing, Harus Dibatalkan!
Terpopuler: Panel Surya untuk EV, Impor Pikap India Disorot, hingga Ancaman Mobil Tua Disita

“Apresiasi tinggi dari Kadin untuk mas Dasco, dan salut buat respons cepatnya. Bisa bayangkan kalau 105.000 mobil dipakai Kopdes Merah Putih adalah produk impor, bagaimana dengan layanan purna jualnya? Kebijakan itu bisa membuat mobil impor jadi bangkai setelah sekian tahun akibat kesulitan suku cadang,” ungkap Saleh di Jakarta dikutip Selasa, 24 Februari 2026.

Dasco sebelumnya menyatakan telah berpesan kepada pemerintah agar menunda rencana impor 105.000 mobil dari India. Penundaan itu diminta karena Presiden Prabowo Subianto masih melakukan kunjungan kerja ke luar negeri dan akan membahas rencana tersebut secara terperinci sepulangnya.

Menurut Saleh, Kadin juga telah berkoordinasi dengan pelaku industri otomotif dan industri komponen di dalam negeri yang berharap rencana impor kendaraan tersebut dapat dihentikan, terutama jika produsen dari India memiliki komitmen jangka panjang di Indonesia.

“Kami sudah berkoordinasi dengan para pelaku industri otomotif, termasuk industri komponen. Mereka memohon kepada Presiden agar impor mobil dari India yang kini sedang berjalan dihentikan,” ungkap Saleh.

Dia menambahkan, produsen asing sebaiknya membangun fasilitas produksi di Indonesia sebagaimana telah dilakukan sejumlah merek global. Langkah tersebut dinilai penting oleh Kadin untuk menjaga kesetaraan usaha (level playing field), memperkuat ekosistem industri, serta memastikan manfaat ekonomi dirasakan di dalam negeri.

Kadin juga menilai impor kendaraan dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) berpotensi melemahkan industri otomotif nasional, tidak menggerakkan ekonomi domestik, dan berseberangan dengan arah industrialisasi pemerintah. Saleh menegaskan seluruh kebijakan, termasuk oleh BUMN, seharusnya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta mendorong ekspor.

Baca Juga :
Waspada! 1.000 Ton Beras dan 580.000 Ayam dari AS Bakal Banjiri Pasar Lokal
Industri Kendaraan Niaga RI Makin Percaya Diri, GIICOMVEC 2026 Siap Gaet Buyer Dunia
Bos Agrinas Siap Tunda Impor Mobil Pikap dari India Buat Koperasi Desa Merah Putih

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Bumi Magnitudo 3,2 Guncang Kabupaten Sukabumi, Getaran Seperti Ada Truk Lewat
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Resmi, Pramono Larang Lapangan Padel Berdiri di Zona Permukiman
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tugas Memerintahkan Keluarga untuk Sholat
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Bakal Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap Importasi 
• 8 jam lalueranasional.com
thumb
Prabowo Saksikan Perjanjian Danantara-Arm di London untuk Perkuat Industri Semikonduktor Nasional
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.