EtIndonesia. Dinas Rahasia Amerika Serikat pada Minggu pagi (22 Februari) mengumumkan bahwa seorang pria bersenjata tewas ditembak setelah menerobos zona keamanan Mar-a-Lago, kediaman sekaligus klub pribadi Presiden Donald Trump di Palm Beach, Florida. Identitas pria tersebut kini telah diumumkan.
Menurut laporan terbaru, pria yang membawa senapan laras panjang (shotgun) dan menerobos Mar-a-Lago adalah Austin Tucker Martin, seorang pria berusia 21 tahun asal Carolina Utara. Beberapa hari sebelumnya, keluarganya telah melaporkan dirinya hilang.
Penyelidik menduga setelah meninggalkan rumah, Martin berkendara ke arah selatan, memperoleh sebuah shotgun di tengah perjalanan, lalu pada 22 Februari pukul 01.30 dini hari muncul bersenjata di kawasan Mar-a-Lago. Polisi masih menyelidiki bagaimana ia bisa masuk ke area tersebut.
Menurut Associated Press, Martin diduga memanfaatkan saat gerbang Mar-a-Lago terbuka, lalu mengikuti sebuah kendaraan yang masuk secara sah untuk menerobos ke dalam kompleks.
Pria Bersenjata Tewas Ditembak Setelah Menerobos Mar-a-LagoLaporan sebelumnya menyebutkan, insiden terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari pada 22 Februari. Seorang pria berusia awal 20-an ditemukan memasuki Mar-a-Lago tanpa izin dan terlibat konfrontasi dengan dua agen United States Secret Service serta seorang petugas kepolisian setempat dari Palm Beach County.
Sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw, dalam konferensi pers mengatakan bahwa tim keamanan Mar-a-Lago mendapati pria tersebut telah melewati garis pengamanan bagian dalam dekat pintu masuk. Seorang deputi sheriff dan dua agen Dinas Rahasia kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Bradshaw menyatakan, “Mereka berhadapan dengan seorang pria kulit putih yang membawa jerigen bensin dan sebuah shotgun.”
“Pria itu diperintahkan untuk meletakkan senjata dan perlengkapannya. Ia meletakkan jeriken bensin, tetapi justru mengangkat shotgun ke posisi menembak,” ujar Bradshaw. Setelah itu, deputi sheriff dan dua agen Dinas Rahasia melepaskan tembakan yang menewaskan pria tersebut.
Pihak berwenang sebelumnya belum mengungkap identitas pelaku, namun mengkonfirmasi bahwa ia adalah pria kulit putih berusia awal 20-an.
Federal Bureau of Investigation, Dinas Rahasia, serta Kantor Sheriff Palm Beach County saat ini melakukan penyelidikan bersama atas insiden tersebut.
Meski Presiden Trump kerap menghabiskan akhir pekan di resor tepi laut ini, pada saat kejadian ia berada di Gedung Putih, bukan di Florida. (hui)




