Jakarta, tvOnenews.com — Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan perusahaan desain semikonduktor global Arm Limited.
Langkah ini dipandang sebagai upaya serius Indonesia keluar dari posisi konsumen teknologi menuju pemain dalam rantai pasok industri chip dunia.
Kehadiran Presiden dalam seremoni tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor teknologi tinggi kini ditempatkan sejajar dengan agenda ketahanan energi dan pangan. Pemerintah menilai penguasaan teknologi semikonduktor sebagai fondasi baru kekuatan ekonomi modern.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kerja sama ini menargetkan penguasaan teknologi paling hulu dalam industri elektronik global.
“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” ujar Airlangga usai penandatanganan, dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).
Kerja sama tidak berhenti pada investasi, tetapi difokuskan pada transfer pengetahuan. Pemerintah menargetkan penciptaan sumber daya manusia teknologi skala besar dengan melatih ribuan insinyur Indonesia langsung dalam ekosistem Arm.
“Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” imbuh Airlangga.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai lompatan teknologi nasional.
“Ini yang leapfrog untuk di digital ekosistem,” ujarnya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan pelatihan akan dilakukan melalui dua skema yakni pengiriman tenaga ahli ke luar negeri dan menghadirkan pelatih Arm ke Indonesia.
“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan di-train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.




