Bisnis.com, JAKARTA – Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia Investment Authority (INA) mengumumkan penunjukan Eddy Porwanto sebagai pelaksana tugas Chief Executive Officer (CEO) yang ditinggalkan Ridha Wirakusumah.
Berdasarkan pengumuman yang disampaikan INA, Ridha Wirakusumah telah menuntaskan tugas sebagai CEO pada 15 Februari 2026.
“Di bawah kepemimpinannya, Indonesia Investment Authority berhasil membangun reputasi sebagai sovereign wealth fund yang kredibel dan tepercaya,” demikian bunyi siaran pers yang dikutip Bisnis, Selasa (24/2/2026).
Di tangan Ridha aset dana kelolaan (assets under management/AUM) meningkat dari US$5 miliar menjadi sekitar US$10 miliar. Dana sebesar US$4,5 miliar diinvestasikan bersama mitra co-investment global di berbagai sektor prioritas.
“Sektor tersebut meliputi jalan tol, pelabuhan, infrastruktur digital, layanan kesehatan, dan energi hijau.”
Sesuai dengan tata kelola lembaga, Dewan Pengawas INA telah menunjuk Eddy Porwanto, chief financial officer (CFO) saat ini, sebagai pelaksana tugas CEO mulai 16 Februari 2026, sembari menyelesaikan proses transisi kepemimpinan guna memastikan kesinambungan organisasi.
Baca Juga
- Keandalan Eddy Porwanto sebagai Direktur Keuangan Diuji di LPI
- SWF INA Terima Pembiayaan Rp10 Triliun dari EDC Kanada
- SWF INA: Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Sumbang Penerimaan Pajak Rp41,5 Triliun
“Sejak awal, kami membangun sebuah institusi yang dirancang untuk memberikan nilai jangka panjang bagi Indonesia. Kami menjaga keseimbangan antara disiplin komersial dan dampak nasional. Saya berkomitmen untuk melanjutkan hal tersebut dengan fokus yang konsisten bersama tim dan para mitra,” ujar Eddy.
Berdasarkan catatan Bisnis, Eddy Porwanto memiliki pengalaman panjang sebagai CFO di sejumlah perusahaan nasional sebelum ditunjuk menjadi CFO INA. Eddy berpengalaman selama 30 tahun dalam pengelolaan keuangan dan turnaround kinerja berbagai perusahaan.
Selama hampir satu dekade Eddy menjadi tenaga senior dari Northstar Pacific sebagai direksi dan komisaris di berbagai perusahaan target investasi untuk melakukan turnaround dan peningkatan nilai.
Pengalaman sebagai CFO dan pengelola keuangan senior dikecap Eddy di sejumlah perusahaan dalam berbagai industri. Di bidang pertambangan Eddy pernah menjadi CFO Delta Dunia Makmur, juga pernah menjadi Deputy CEO Archiplego Resources.
Di bidang jasa transportasi dan penerbangan Eddy tercatat pernah menjadi CFO Garuda Indonesia. Sementara itu, di bidang otomotif nama Eddy Porwanto terkait dengan jabatan CFO di General Motors Indonesia.
Selain itu, Eddy tercatat pernah terjun di bisnis konsumer, yakni di Reckitt Benckiser Indonesia. Peraih MBA in Finance & Banking dari Unioversity of Illinois Urbana Champaign dan Banchelor in Accounting & Finance dari Lewis & Clark College USA dipercaya Presiden ke-7 Joko Widodo menjadi CFO Desember 2020.





