Beda Nasib dari Era Inzaghi, Sentuhan Magis Cristian Chivu Ubah Dimarco Jadi Monster Sayap Kiri di Inter Milan

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Federico Dimarco menjelma menjadi sosok sentral di balik tajamnya Inter Milan musim ini. Di bawah arahan Cristian Chivu, wingback kiri tim berjuluk Nerazzurri itu berkembang menjadi raja kontribusi gol klub.

Laporan media Italia, Gazzetta dello Sport, menyoroti betapa krusialnya peran Dimarco sepanjang musim ini. Pemain berusia 28 tahun tersebut disebut sebagai figur yang “terlalu panas untuk dihentikan” ketika memasuki sepertiga akhir lapangan.

Statistik memperkuat klaim tersebut. Dimarco telah mengoleksi 15 assist di Serie A musim ini, jumlah yang menempatkannya di posisi teratas dibandingkan pemain lain di lima liga top Eropa.

Kontribusi terbarunya hadir saat Inter menang 2-0 di markas Lecce. Dalam laga tersebut, ia menyuplai umpan matang kepada Manuel Akanji untuk gol kedua setelah Henrikh Mkhitaryan lebih dulu memecah kebuntuan.

Performa konsisten itu membuat namanya semakin diperhitungkan. Bukan sekadar bek sayap modern, Dimarco kini bertransformasi menjadi kreator utama serangan Inter.

Keistimewaannya terletak pada keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Ia disiplin menjaga sisi kiri, tetapi tetap agresif menusuk ke depan serta membuka ruang bagi rekan setim.

Tak hanya piawai memberi assist, Dimarco juga produktif mencetak gol. Ia sudah membukukan lima gol di Serie A dan menambahkan satu gol di ajang Liga Champions musim ini.

Catatan tersebut menegaskan bahwa kontribusinya bukan sekadar angka pelengkap. Dimarco kerap hadir sebagai solusi saat tim membutuhkan momen pembeda.

Perubahan signifikan ini tak lepas dari sentuhan Cristian Chivu. Pelatih asal Rumania itu memberinya kepercayaan penuh dan jarang menarik Dimarco keluar lebih awal.

Pendekatan tersebut berbeda dibandingkan era Simone Inzaghi sebelumnya. Di tangan Chivu, waktu bermain Dimarco meningkat drastis dan berdampak langsung pada konsistensinya di lapangan.

Kepercayaan itu berbuah manis bagi Inter secara kolektif. Serangan mereka lebih cair, variasi umpan meningkat, dan ancaman dari sisi kiri menjelma menjadi senjata utama.

Lebih dari sekadar statistik, Dimarco kini memainkan peran emosional di dalam tim. Ia menjadi simbol determinasi dan kerja keras Inter dalam menjaga asa meraih gelar musim ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tradisi Ramadan di Berbagai Negara, Antara Ibadah dan Budaya
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
The Quiet Opulence, Tren Ramadan yang Diam-Diam Mewah, Intip Yuk Beauty!
• 17 jam laluherstory.co.id
thumb
Belum Ada Tersangka dalam Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang di Pandeglang
• 9 jam lalukompas.id
thumb
RUU Pemilu Mulai Dibahas DPR pada Juli, PSI Cs Bakal Dilibatkan
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
KPK Incar Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Skandal Suap Jalur Kereta Api DJKA
• 4 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.