Jakarta, CNBC Indonesia - PT Dupoin berupaya menjalin sinergi yang erat dengan pihak regulator hingga pemerintah dalam rangka mempercepat transformasi teknologi perusahaan di bidang perdagangan berjangka. Upaya sinergi ini diwujudkan melalui forum Regulatory & Industry Roundtable 2026 yang digelar pada 12 Februari 2026 lalu.
Forum tersebut mempertemukan manajemen perusahaan dengan regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), pemerintah daerah, pelaku industri, media, serta mitra strategis perusahaan.
Dari unsur regulator dan SRO hadir perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bank Indonesia, Jakarta Futures Exchange (JFX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), serta Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO). Selain itu, hadir pula perwakilan pemerintah daerah, perusahaan pialang berjangka, pemimpin redaksi media nasional, serta mitra teknologi dan bisnis Dupoin.
Direktur Utama Dupoin Futures, Gunawan Herman menuturkan, tahun 2026 menjadi fase transformasi teknologi perusahaan. Dupoin akan memperkuat infrastruktur dan ekosistem trading melalui pengembangan AI-Driven Insights untuk meningkatkan presisi analisis pasar, sistem eksekusi berkecepatan tinggi, serta penguatan keamanan melalui Automated KYC dan perlindungan digital terintegrasi.
"Kami ingin memastikan sistem yang efisien, aman, dan berbasis teknologi, sekaligus tetap selaras dengan prinsip kepatuhan," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (24/2/2026).
Di samping penguatan teknologi, Dupoin juga menjelaskan program edukasi dan literasi perdagangan berjangka sepanjang 2026 dalam rangka mendorong pengembangan industri yang lebih transparan dan berkelanjutan.
(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google



