FAJAR, SURABAYA – Persebaya Surabaya akan segera menjamu PSM Makassar dalam laga ke-14 era Super League. Pertandingan ini menjadi ajang pertaruhan gengsi dua klub raksasa dengan sejarah panjang.
Stadion Gelora Bung Tomo siap menjadi saksi bisu rivalitas sengit pada Rabu (25/2/2026) malam. Siapakah yang akan memecah dominasi statistik kembar dalam duel klasik kali ini?
Persebaya Surabaya menghadapi laga besar ini dalam situasi yang kurang menguntungkan saat ini. Mereka baru saja meraih hasil buruk saat bertandang ke markas Persijap Jepara.
Waktu persiapan skuad Green Force sangat terbatas, karena jadwal pertandingan yang sangat padat. Namun, mereka harus segera bangkit demi menjaga posisi di klasemen sementara liga.
Dukungan penuh Bonek di kandang diharapkan mampu mendongkrak mentalitas para pemain Persebaya. Pelatih harus bekerja ekstra keras memulihkan kondisi fisik pemain dalam waktu tiga hari.
Fokus utama tim saat ini adalah meraih kemenangan perdana setelah hasil negatif sebelumnya. Stadion Gelora Bung Tomo diprediksi akan menjadi neraka bagi tim tamu besok malam.
Statistik Head to Head yang Seimbang
Rekor pertemuan kedua tim di era Super League menunjukkan keseimbangan yang sangat unik. Dari tiga belas laga sebelumnya, kedua tim sama-sama mengoleksi lima kali kemenangan.
Sementara itu, tiga pertandingan lainnya antara Persebaya dan PSM berakhir dengan skor imbang. Catatan ini menegaskan betapa kuatnya rivalitas klasik yang sudah terjalin sejak lama.
Sisi produktivitas gol juga menunjukkan persaingan yang sangat ketat di antara kedua tim. PSM Makassar mengemas lima belas gol sedangkan Persebaya telah mencetak empat belas gol.
Selisih satu gol tersebut menggambarkan margin kemenangan yang selalu sangat tipis setiap pertemuan. Pertarungan ke-14 ini akan menjadi penentu siapa yang paling dominan di lapangan nanti.
Motivasi Juku Eja dan Strategi Pelatih
PSM Makassar datang ke Surabaya dengan membawa kepercayaan diri yang sangat tinggi sekali. Meskipun baru kalah dari Persija Jakarta, Juku Eja dikenal punya mental tanding yang kuat.
Pelatih Bernardo Tavares sangat menyadari tantangan berat yang akan dihadapi skuad asuhannya nanti. Ia kini memprioritaskan pemulihan fisik pemain agar bisa tampil secara optimal di lapangan.
Laga ini juga terasa emosional bagi Bernardo Tavares karena melawan mantan klubnya sendiri. Motivasi tambahan tersebut bisa menjadi senjata rahasia bagi strategi sang pelatih asal Portugal.
Ia ingin membuktikan kapasitas strateginya saat menghadapi tim yang pernah ia tangani sebelumnya. Fokus tinggi dan disiplin bertahan akan menjadi kunci utama mencuri poin di Surabaya.
Rivalitas Klasik Era Perserikatan
Pertemuan kedua tim selalu membawa semangat persaingan klasik dari era Perserikatan yang melegenda. Persebaya Surabaya dan PSM Makassar adalah dua kiblat sepak bola yang penuh sejarah.
Publik sepak bola nasional sangat menanti pecahnya kebuntuan rekor lima banding lima ini. Hasil akhir laga ini akan sangat ditentukan oleh detail kecil selama pertandingan berlangsung.
Kedua tim diprediksi akan bermain sangat agresif sejak menit awal peluit dibunyikan wasit. Karakter pantang menyerah dari kedua kubu membuat laga ini jarang berakhir dengan membosankan.
Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang dan meraih poin penuh di pekan ke-23? Semua mata tertuju pada duel raksasa yang akan segera tersaji di Gelora Bung Tomo. (*)





