Bisnis.com, JAKARTA – Emiten unggas, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) membeberkan data pemilik manfaat (Beneficial Owner/BO) perseroan.
Dalam keterbukaan informasi, pemilik manfaat dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. adalah Keluarga Santosa yang juga merupakan pemilik perusahaan induk JPFA di Singapura, Japfa Pte., Ltd.
"Pemilik manfaat dari perseroan adalah [klausul 1] Renaldo Santosa, Gabriella Santosa dan masing-masing orang tua kandung dan saudara kandung mereka, dan/atau [klausul 2] salah satu dari pasangan, anak, cucu, atau keturunan lebih lanjut dari salah satu yang disebutkan dalam klausul 1 di atas," tulis perseroan, Selasa (24/2/2026).
Selain itu, pemilik manfaat JPFA adalah [klausul 3] setiap perwalian (trust) yang didirikan untuk kepentingan salah satu yang disebutkan dalam klausul 1 atau 2, dan [klausul 4] salah satu atau lebih dari yang disebutkan dalam klausul 1, 2, dan 3 yang memiliki hak suara mayoritas atas saham.
Adapun, Japfa Comfeed Indonesia dimiliki oleh Japfa Pte. Ltd. dengan kepemilikan 55,43% atau 6,50 miliar saham yang sekaligus menjadi pemegang saham pengendali. Sisanya, sebanyak 5,07 miliar atau 43,29% dimiliki oleh masyarakat non warkat, kemudian saham treasury sebanyak 98,91 juta atau 0,84%, dan masyarakat warkat 50,98 juta atau 0,43%.
Berdasarkan catatan Bisnis, pada awal 2025 lalu Keluarga Santosa mengumumkan rencana mengambil alih keseluruhan kepemilikan saham Japfa Pte. Ltd., sehingga Japfa delisting dari Bursa Singapura.
Anggota Keluarga Santosa, Renaldo Santosa dan Gabriella Santosa menawarkan akuisisi saham publik Japfa Ltd. melalui perusahaan khusus. Kemudian, sepupu Renaldo dan Gabriella, yakni Anastasia Kolonas turut terlibat dalam penawaran akuisisi saham publik Japfa Ltd. Keluarga Santosa itu menawarkan akuisisi 18,33% saham publik dengan banderol harga 0,62 dolar Singapura per lembar.
Setelah langkah go private itu, maka Keluarga Santosa menggenggam kepemilikan saham Japfa Ltd. 100%. Sementara itu, per 30 September 2024 silam, Keluarga Santosa baru memiliki 76,06% saham di Japfa Ltd.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





