Isuzu Minta Pemerintah Prioritaskan Kendaraan Niaga Lokal

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) meminta pemerintah untuk memprioritaskan produk buatan pelaku industri dalam negeri dalam pengadaan kendaraan niaga.

Sebagaimana diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara memutuskan untuk mengimpor 105.000 unit pikap asal India dengan nilai kontrak sekitar Rp24,66 triliun di tengah tekanan terhadap industri otomotif nasional sepanjang 2025.

Division Head of Business Strategy PT IAMI, Rian Erlangga mengatakan, jika proses pengadaan kendaraan niaga itu dialihkan kepada produsen otomotif domestik, maka berpotensi mendorong percepatan kinerja industri otomotif nasional.

"Isuzu berharap setiap kebijakan pengadaan kendaraan dapat terus mendorong penguatan industri otomotif nasional, khususnya bagi perusahaan yang telah berinvestasi, memproduksi, serta menyerap tenaga kerja dan ekosistem di dalam negeri," ujar Rian kepada Bisnis, dikutip Selasa (24/2/2026).

Perseroan meyakini pemerintah memiliki komitmen untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan program strategis nasional dan keberlanjutan industri manufaktur dalam negeri, sehingga tercipta iklim usaha yang sehat, adil dan berkelanjutan.

Jenama otomotif asal Jepang itu pun mengaku sempat ikut berpartisipasi dalam proses tender pengadaan kendaraan niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara guna mendukung program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Baca Juga

  • Isuzu Sempat Ikut Tender Kendaraan Kopdes, Agrinas Pilih Pikap India
  • Isuzu Ungkap Proyeksi Pasar Kendaraan Niaga pada 2026
  • Isuzu Blak-blakan Strategi Bisnis 2026 saat Truk Impor China Merangsek

Kendati demikian, PT Agrinas Pangan Nusantara pada akhirnya memutuskan untuk memborong sebanyak 105.000 unit pikap asal India yang diimpor utuh (completely built up/CBU) dari produsen Tata Motors dan Mahindra.

Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio disuplai oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya dipasok oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit. 

Di lain sisi, pasar truk domestik masih lesu pada tahun lalu. Data Gaikindo mencatat volume distribusi wholesales truk sepanjang 2025 sebesar 56.754 unit, atau turun 15% secara tahunan. Penjualan truk nasional secara ritel alias dari dealer ke konsumen juga ambles 11% menjadi 59.303 unit.

Sekadar informasi, perseroan memiliki lini kendaraan niaga ringan (light commercial vehicle/LCV) jenis pikap, Isuzu Traga, yang telah diproduksi secara lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor ke sejumlah negara.

Model tersebut dikembangkan untuk menunjang distribusi barang dalam skala kecil hingga menengah, khususnya bagi pelaku UMKM, layanan logistik perkotaan, serta sektor ritel dan agribisnis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Pastikan THR 2026 bagi PNS Segera Cair! Tanggalnya di Tangan Presiden Prabowo
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Anggaran Proyek Giant Sea Wall Diperkirakan Tembus Rp1.684 Triliun 
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelindo Gelar Mudik Gratis ke Palopo dan Sorowako, Cek Cara Daftar dan Syaratnya!
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Usai Murka Lihat Galian Tanpa Izin, Wali Kota Bekasi Minta Satpol PP Potong Kabel Optik
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Pram: Lapangan Padel yang Tak Berizin Akan Dibongkar dan Dicabut Izin Usahanya
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.