VIVA – Masa depan Casemiro bersama Manchester United kian mengarah ke babak baru. Gelandang asal Brasil itu dikabarkan membuka peluang hengkang pada akhir musim, dengan tujuan yang cukup mengejutkan dan berpotensi bertolak belakang dengan harapan sang pelatih, Michael Carrick.
Casemiro dipastikan akan berpisah dengan Manchester United setelah kontraknya berakhir. Manajemen Setan Merah sebelumnya memutuskan tidak mengaktifkan opsi perpanjangan satu tahun, yang bernilai lebih dari 300 ribu poundsterling per pekan.
Menariknya, di tengah kepastian hengkang tersebut, performa Casemiro justru kembali menanjak. Setelah sempat kesulitan musim lalu, pemain berusia 33 tahun itu tampil impresif musim ini dan menjadi salah satu figur penting sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih dari Ruben Amorim.
Carrick bahkan menilai Casemiro masih layak bermain di level tertinggi sepak bola Eropa.
“Dia bermain di level yang sangat tinggi saat ini. Pengalaman, kemampuan teknis, hingga ketenangan di momen krusial, semuanya terlihat. Sejak saya datang, Casemiro luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Carrick.
Meski demikian, sinyal kepergian Casemiro tampaknya sulit dibendung. Laporan media Inggris menyebutkan bahwa Major League Soccer (MLS) muncul sebagai destinasi potensial bagi mantan bintang Real Madrid tersebut.
Gaya hidup sepak bola di Amerika Serikat disebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Casemiro. Bahkan, ia dikabarkan terbuka untuk hijrah ke Negeri Paman Sam, terlebih setelah sempat berlibur ke Miami dalam beberapa waktu terakhir.
MLS sendiri memungkinkan klub merekrut pemain bintang melalui skema designated player, yang berada di luar batas salary cap. Skema ini pernah dimanfaatkan oleh sejumlah nama besar, seperti David Beckham bersama LA Galaxy, hingga Lionel Messi yang kini memperkuat Inter Miami.
Sepanjang kariernya, Casemiro lebih banyak berkiprah di Eropa, membela klub-klub elite seperti Porto, Real Madrid, dan Manchester United. Namun, ketika status bebas transfer menantinya di akhir musim, hijrah ke Amerika Utara kini menjadi opsi realistis.





