Seorang tukang ojek pangkalan, Al Amin Maksum (43), mengalami kecelakaan sepeda motor karena menghindari lubang saat melintas di Jalan Raya Labuan Nomor 7, depan Hotel Pandeglang Raya atau tepatnya di Kampung Gardu Tanjak, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Selasa, 27 Januari 2026.
Akibatnya, penumpangnya yang merupakan siswa SDN 1 Pandeglang, Khairi Rafi, meninggal dunia setelah terpental ke badan jalan dan terlindas sebuah mobil ambulans Desa Siaga yang muncul dari belakang dari arah yang sama. Sementara itu, Al Amin mengalami luka-luka.
Saat itu, Al Amin hendak mengantarkan korban ke rumahnya di Kecamatan Ciekek usai pulang sekolah dari SDN 1 Pandeglang yang berlokasi di sekitar Alun-Alun Pandeglang.
Kasus ini menjadi viral setelah Al Amin menjadi tersangka karena dianggap lalai – tapi kemudian dibantah polisi — dan menggugat pemerintah daerah atas jalan berlubang yang membuatnya celaka itu.
Pantauan kumparan di lokasi pada Selasa (24/2), lubang yang diduga menjadi penyebab kecelakaan Al Amin berada di pinggir jalan dari arah Alun-Alun Pandeglang menuju Labuan.
Lubang tersebut belum ditambal, tetapi sudah ditandai menggunakan piloks berwarna putih dan di pinggir jalan dipasangi peringatan bertuliskan “Hati-hati Jalan Berlubang, Kurangi Kecepatan”.
Tak hanya itu, kondisi jalan di sekitar TKP yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten itu pun tampak bergelombang dengan sejumlah lubang di beberapa bagian. Terlebih di bahu jalan arah Labuan menuju Alun-Alun Pandeglang dengan kondisi jalan yang agak menanjak.
Jalan Sudah Lama RusakSalah seorang pengguna jalan, Andre, mengatakan kondisi jalan di sekitar TKP sudah cukup lama mengalami kerusakan. Terlebih, keadaannya semakin parah saat musim hujan melanda pada akhir tahun 2025 lalu.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak dan bergelombang cukup menyulitkan pengendara, terutama pengguna sepeda motor, lantaran merupakan jalur lurus dan menanjak.
“Sudah lama (rusak), dari pas hujan akhir tahun kemarin, makin parah karena hujan, enggak dibenerin. Bawa motor sih repot, apalagi kalau ke arah alun-alun. Trek lurus kan panjang, terus jalannya agak menanjak, bergelombang begini, dan lubangnya ngagetin, enggak terlalu kelihatan kalau naik motor,” kata Andre.
Ia berharap pihak berwenang segera melakukan perbaikan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kembali terjadi akibat akses jalan yang tidak memadai, terutama bagi pengendara sepeda motor.





