- Polda Metro Jaya selidiki penganiayaan tiga pegawai SPBU Cipinang oleh pria mengaku polisi; pelaku masih dalam pengejaran.
- Korban mengalami luka di wajah, salah satunya gigi patah; pemilik SPBU telah melapor ke Polsek Pulogadung.
- Reskrim dan Propam Polda Metro Jaya terlibat mendalami kasus ini, termasuk status kepolisian pelaku jika terbukti.
Suara.com - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus dugaan penganiayaan terhadap tiga pegawai SPBU 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.
Pelaku yang sempat mengaku sebagai anggota polisi tersebut kekinian sedang dalam pengejaran.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penanganan perkara dilakukan Polres Metro Jakarta Timur bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
“Polres Jaktim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat,” kata Budi kepada wartawan Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan, proses penyelidikan masih fokus pada pendalaman peristiwa dan identitas pelaku. Jika terbukti pelaku merupakan anggota Polri, penanganan etik akan dilimpahkan ke Propam.
“Tetapi jika terbukti itu oknum anggota Polri akan ditindaklanjuti Propam,” tandasnya.
Secara terpisah, Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Radjo Alriadi Harahap memastikan pihaknya ikut melakukan pendalaman bersama penyidik Reskrim.
“Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,” katanya.
Korban Luka di Wajah, Satu Gigi Patah
Baca Juga: Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
Tiga pegawai yang menjadi korban yakni Ahmad Khoirul Anam, Lukmanul Hakim, dan Abud Mahmudin. Berdasarkan keterangan, pelaku menampar Anam, memukul Lukman di bagian rahang kanan, serta menghantam wajah Abud hingga menyebabkan giginya patah.
Pemilik SPBU, Ernesta, telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Pulogadung dan membawa para korban untuk visum.
“Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU, dan pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum,” kata Ernesta.
Sehari setelah kejadian, para pegawai sempat tidak masuk kerja karena khawatir pelaku kembali ke lokasi. Polisi kini masih mendalami status pria yang mengaku sebagai aparat tersebut, sementara para korban berharap ada kepastian hukum dan jaminan keamanan agar dapat kembali bekerja dengan tenang.




