KDM Jemput 12 Wanita Diduga Korban TPPO di NTT, Sementara Tinggal di Rumah Perlindungan

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) tengah menjemput 12 wanita warga Jawa Barat yang diduga mendapatkan kekerasan dan pelecehan seksual di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. Direncanakan para korban diterbangkan dari Labuan Bajo ke Jakarta pada Rabu (25/2/2026) untuk selanjutnya dibawa ke Kota Bandung.

Dari total 13 orang wanita yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), satu orang sudah meninggalkan NTT lebih dahulu. Mereka akan tinggal sementara di Rumah Perlindungan Sementara Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga
  • KPK Sentil Potensi Korupsi Imbas Pembatalan Kebijakan Tarif AS
  • Gonjang-ganjing PSI Semarang, Bangkit Diklaim Legawa Dicopot Sebagai Ketua
  • Menhub–Menkopolkam Antisipasi Titik Rawan Angkutan Lebaran 2026

Dedi Mulyadi didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menjemput korban di NTT. Ia melibatkan pihak Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jabar.

Sementara itu, UPTD PPA DP3AKB Jawa Barat bakal melakukan pendampingan kepada para korban. Kepala DP3AKB Jabar Siska Gerfianti mengatakan, berdasarkan keterangan Suster Ika, proses penyelamatan bermula pada 20 Januari 2026 ketika salah satu korban mengirim pesan WhatsApp meminta bantuan. Korban merasa tertekan, depresi, dan tidak diizinkan keluar dari kamar tempatnya bekerja.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia melanjutkan, pada 21 Januari 2026 Suster Ika bersama tim TRUK-F berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka untuk melakukan langkah penyelamatan secara prosedural dan persuasif. Pemprov Jabar melalui UPTD PPA Provinsi Jabar juga akan memberikan pendampingan hukum berkolaborasi dengan Tim Hukum Jabar Istimewa.

"Selain itu, akan dilakukan asesmen psikologis, penyediaan rumah aman, pendampingan layanan kesehatan serta layanan rehabilitasi dan reintegrasi sosial sebelum para korban dipulangkan ke keluarga masing-masing," kata dia, Selasa (24/2/2026).

Pemprov Jabar, ia menuturkan berkomitmen untuk tidak menoleransi segala bentuk perdagangan orang dan eksploitasi terhadap perempuan. Serta memastikan negara hadir dalam setiap proses perlindungan dan pemulihan korban.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Kolang-Kaling Jadi Incaran pada Bulan Ramadan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Wisata Indoor di Bali, AeroXSpace Adventure Hadirkan Glow Party dan Arena VR
• 33 menit lalukumparan.com
thumb
KPK Dalami Dugaan Korupsi Stadion Swarna Bhumi Jambi, Nilai Proyek Rp250 Miliar
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
KPK: Menag Bebas dari Ancaman Hukuman Pidana Terkait Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ahli Digital Forensik UBSI Kampus Pontianak Jadi “Mata Kaca” Polisi Ungkap Kecelakaan Lewat CCTV
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.