JEMBER (Realita) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember menerapkan skema pengalihan arus kendaraan di jalur penghubung Jember–Bondowoso.
Kebijakan tersebut diambil menyusul ambrolnya jembatan di wilayah Desa Sukowiryo–Kelurahan Nangkaan, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso yang berdampak pada akses utama antarwilayah.
Baca juga: 14 Hari Operasi Semeru, Satlantas Polres Jember Catat Ribuan Pelanggaran
Rekayasa lalu lintas ini difokuskan bagi kendaraan roda empat ke atas, seperti bus dan truk angkutan barang. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di sekitar lokasi jembatan yang rusak.
KBO Satlantas Polres Jember, Ipda Firmansyah, menjelaskan bahwa pengalihan arus bersifat preventif demi menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
“Kami berlakukan pengalihan arus untuk menghindari kemacetan di titik terdampak. Kendaraan roda empat ke atas kami arahkan melalui jalur alternatif yang lebih memungkinkan dilalui kendaraan besar,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Untuk kendaraan besar dari arah Bondowoso menuju Jember, polisi mengarahkan agar melintas melalui rute Bondowoso–Situbondo–Banyuwangi–Jember. Jalur tersebut dinilai lebih aman serta memiliki kapasitas jalan yang memadai bagi kendaraan bertonase besar.
“Dari Bondowoso bisa lewat Situbondo kemudian Banyuwangi baru masuk Jember. Jalur ini kami rekomendasikan untuk bus dan truk karena jalur dalam tidak memungkinkan,” jelasnya.
Selain rute tersebut, Satlantas juga menyiapkan opsi lain bagi kendaraan roda empat ke atas, yakni melalui jalur Situbondo–Probolinggo–Lumajang–Jember, terutama bagi pengemudi yang ingin menghindari titik kerusakan di kawasan perbatasan.
Sementara itu, kendaraan roda dua serta minibus masih diperbolehkan melintasi jalur alternatif dalam melalui wilayah Kalisat dan Sukowono yang tembus ke Bondowoso. Namun, kendaraan besar tidak disarankan melintas di jalur tersebut karena kondisi jalan yang sempit dan tidak mendukung.
“Untuk roda dua dan minibus masih bisa lewat Kalisat dan Sukowono. Tetapi bus dan truk tidak memungkinkan karena faktor lebar jalan dan keselamatan,” tegas Firmansyah.
Guna memastikan rekayasa berjalan efektif, personel kepolisian telah ditempatkan di sejumlah titik strategis. Koordinasi juga dilakukan dengan jajaran polsek di wilayah perbatasan guna mengantisipasi lonjakan arus, terutama menjelang bulan Ramadan yang biasanya diiringi peningkatan distribusi logistik.
“Kami sudah siagakan anggota di lapangan. Jika terjadi kepadatan, akan langsung dilakukan pengaturan dan koordinasi agar arus tetap terkendali,” pungkas Firman.rdy
Editor : Redaksi





