Rupiah Hari Ini Berakhir Lesu ke Rp16.829 per Dolar AS

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berakhir melemah pada akhir perdagangan Selasa (24/2/2026), turun 27 poin atau sekitar 0,16 persen ke Rp16.829 per USD

Rupiah Hari Ini Berakhir Lesu ke Rp16.829 per Dolar AS (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berakhir melemah pada akhir perdagangan Selasa (24/2/2026), turun 27 poin atau sekitar 0,16 persen ke level Rp16.829 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu Iran dan AS akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa.

Baca Juga:
BSI (BRIS) Siapkan Uang Tunai Rp16 Triliun Selama Periode Lebaran

"Amerika Serikat ingin Iran menghentikan program nuklirnya, tetapi Iran dengan tegas menolak, dan membantah sedang berupaya mengembangkan senjata atom," kata Ibrahim dalam risetnya.

Departemen Luar Negeri menarik personel pemerintah yang tidak penting dan keluarga mereka dari kedutaan AS di Beirut, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri pada hari Senin, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang risiko konflik militer dengan Iran. 

Baca Juga:
BGN Tegaskan Anggaran MBG Kisaran Rp8.000-Rp10.000 per Porsi, Bukan Rp15 Ribu

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Senin bahwa itu akan menjadi "hari yang sangat buruk" bagi Iran jika tidak mencapai kesepakatan.

Selain itu, The New York Times melaporkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan serangan terarah terhadap Iran, diikuti oleh serangan yang lebih besar yang bertujuan untuk menggulingkan Pemimpin Tertinggi secara paksa.

Baca Juga:
Bapanas Dukung Diversifikasi Pangan Berbasis Protein Ikan

Di bidang kebijakan perdagangan, Trump pada hari Senin memperingatkan negara-negara agar tidak menarik diri dari kesepakatan perdagangan yang baru saja dinegosiasikan dengan AS setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif daruratnya, dengan mengatakan bahwa ia akan mengenakan bea masuk yang jauh lebih tinggi berdasarkan undang-undang perdagangan yang berbeda.

Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia akan menaikkan tarif sementara dari 10 persen menjadi 15 persen untuk impor AS dari semua negara, tingkat maksimum yang diizinkan berdasarkan hukum.

Dari sentimen domestik, pemerintah tercatat menarik utang baru Rp127,3 triliun sepanjang Januari 2026. Angka ini mengambil porsi 15,3 persen dari total target APBN sepanjang tahun ini yang mencapai Rp832,2 triliun. Pembiayaan utang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, fleksibilitas, serta kedisiplinan untuk menjaga utang dalam batas aman.

Sedangkan pembiayaan non-utang pada awal tahun ini mencapai minus Rp22,2 triliun atau 15,6 persen dari rencana APBN yakni minus Rp145,1 triliun. Pembiayaan non-utang ini artinya tidak menambah utang melainkan berinvestasi di sektor tertentu.

Dengan realisasi pembiayaan utang dan non-utang seperti yang disebutkannya, secara keseluruhan realisasi pembiayaan hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp105,6 triliun, 15,2 persen dibandingkan dengan outlook Rp689,15 triliun.

Secara keseluruhan, realisasi pembiayaan tahun 2026 hingga akhir Januari mencapai Rp105,06 triliun atau 15,2 persen dari target, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 yaitu 29,6 persen.

Perkembangan realisasi pembiayaan ini menunjukkan strategi yang lebih terukur, disesuaikan dengan kebutuhan kas pemerintah dan mempertimbangkan dinamika pasar keuangan.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.830 - Rp16.860 per dolar AS.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paspampres AS Tembak Mati Penyusup Bersenjata ke Rumah Donald Trump
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Apakah Ngopi saat Sahur Aman untuk Lambung? Ini Kata Dokter Tirta
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Satpol PP Sita 755 Botol Miras dalam Operasi Pekat di Jakut
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Saksi Ngaku Belum Pernah Jual Chromebook Sebelum Pengadaan Kemendikbudristek
• 4 jam laludetik.com
thumb
Belanja K/L Naik 128% di Januari 2026, Purbaya Cairkan untuk Apa Saja?
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.