Studi: Perempuan dengan 3 Sahabat Lebih Rendah Terkena Risiko Penyakit Jantung

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ladies, di tengah rutinitas yang padat, sahabat sering menjadi tempat berbagi cerita dan melepas penat. Percakapan sederhana, tentang pekerjaan, keluarga, atau hal-hal kecil sehari-hari, terasa sangat membantu meredakan stres tanpa disadari. Rasa didengar dan dipahami membuat emosi lebih stabil, dan kondisi ini berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Hubungan yang hangat dengan sahabat juga membantu seseorang merasa tidak sendirian saat menghadapi tekanan. Ketika stres lebih terkendali, tubuh tidak terus-menerus berada dalam kondisi tegang, yang dalam jangka panjang berhubungan dengan kesehatan jantung.

Sebuah tinjauan ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Psychology pada 2023 menemukan bahwa pertemanan dewasa yang berkualitas ternyata berperan penting terhadap kesejahteraan dan kesehatan jangka panjang. Dukungan emosional, rasa memiliki, dan komunikasi yang rutin membantu menstabilkan respons stres, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Menariknya untuk mendapatkan efek ini, perempuan tidak perlu ada dalam lingkaran pertemanan yang besar. Peneli menekankan bahwa kualitas hubungan lebih penting daripada jumlahnya. Sehingga lingkaran kecil berisi dua atau tiga sahabat dekat yang suportif sudah dapat memberikan manfaat, selama hubungan tersebut konsisten dan saling mendukung.

Penjelasan Ahli tentang Dampak Koneksi Sosial

Psikolog dan peneliti hubungan sosial dari Brigham Young University, Julianne Holt-Lunstad, menjelaskan bahwa koneksi sosial memiliki dampak langsung pada kesehatan. Ia mengatakan, “Ketika seseorang kekurangan koneksi sosial karena isolasi atau kesepian, risiko kematian dini meningkat secara signifikan.”

Penjelasan ini menunjukkan bahwa hubungan sosial tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental, tetapi juga kondisi biologis tubuh, termasuk sistem kardiovaskular. Dukungan sosial membantu menurunkan respons stres kronis yang diketahui berkaitan dengan penyakit jantung.

Dalam kehidupan sehari-hari, manfaatnya mungkin terasa sederhana, seperti pikiran lebih ringan setelah bercerita, tidur lebih nyenyak, dan emosi lebih stabil. Efek kecil yang terjadi berulang inilah yang, menurut penelitian, berkontribusi pada kesehatan jangka panjang.

Untuk itu, menjaga hubungan dengan sahabat bukan sekadar urusan sosial, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan. Menyempatkan waktu untuk berbincang atau bertemu, meski singkat, bisa menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi tubuh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Bawah Honorer, Jawaban Dirjen Nunuk Sudah Bisa Ditebak
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Momentum Ramadan, Polda Jabar Bangun 30 Rutilahu untuk Warga Kurang Mampu
• 14 jam laludisway.id
thumb
3 Rekomendasi Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Buka Puasa
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Video: Harmoni Imlek Nusantara, Ajang Diplomasi Budaya RI Pada Dunia
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sama-Sama Orang Filsafat, Rocky Gerung Bilang Begini Soal Manuver Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.