150 Juta Masyarakat Indonesia Tinggal di Wilayah Defisit Air

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

AHY menyoroti krisis air yang semakin nyata di Indonesia. Itu lantaran sumber air yang tidak merata hingga menyebabkan defisit suplai air tiap tahun.

150 Juta Masyarakat Indonesia Tinggal di Wilayah Defisit Air. (Foto: IDX Channel)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan krisis air semakin nyata di Indonesia. Itu lantaran sumber air yang tidak merata hingga menyebabkan defisit suplai air tiap tahun.

Hal itu dia sampaikan pada Water Town Hall Meeting di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga:
AHY Tegaskan Proyek Giant Sea Wall Tetap Dibangun Demi Lindungi Pantura dan Ekonomi Daerah

"Sebesar 43,5 persen wilayah di Indonesia mengalami defisit suplai air setiap tahunnya, yang berarti kebutuhan air dalam satu tahun lebih besar dari ketersediaannya. Ironisnya, sekitar 140 hingga 150 juta penduduk tinggal di wilayah Pulau Jawa yang tekanan kebutuhan airnya tertinggi, sementara sumber daya airnya tidak tersebar merata," kata AHY.

Tak hanya bicara kuantitas, kualitas air menjadi sorotan besar. AHY menegaskan bahwa sekitar 70 persen sungai nasional mengalami polusi dan hanya 29,3 persen yang memenuhi standar.

Baca Juga:
AHY Ingin Akses ke Hotel dan Tempat Wisata Ditingkatkan

Untuk itu, akses akan air bersih menjadi fokus. Saat ini, sambungan rumah air perpipaan baru menjangkau 56 juta orang atau 20 persen penduduk. Dia menargetkan sambungan air perpipaan ke rumah penduduk mencapai 100 persen pada 2045.

Lebih lagi, jika diukur sesuai kapasitas tampung per kapita, air di Indonesia diukur pada 71 meter kubik per kapita. Sedangkan, kebutuhan ideal mencapai 100 hingga 150 meter kubik per kapita, yang berarti masih dibutuhkan penambahan 1,5 hingga 2 kali lipat.

Baca Juga:
Menko AHY Janji Turunkan Harga Tiket Pesawat dkk hingga Diskon Tarif Tol saat Lebaran 2026

Sehingga, pemerintah menjanjikan penguatan konservasi dan penambahan kapasitas tampung. Hal ini akan dilakukan dengan pembangunan dan perluasan bendungan serta kolam retensi, pengembangan sistem pengisian ulang air tanah, serta pengendalian eksploitasi air tanah dengan lebih ketat.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat Lubang Proyek Galian di Jakut yang Sempat Buat Pemotor Terperosok
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
14 Kandidat Ketua Umum PBNU Versi Institut Nahdliyin Nusantara
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
UI kenalkan Gamelan dan Tari Bali ke mahasiswa Jepang
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Iman Brotoseno Umumkan Mundur Dari Direktur Utama TVRI
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sama-Sama Orang Filsafat, Rocky Gerung Bilang Begini Soal Manuver Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.