UI kenalkan Gamelan dan Tari Bali ke mahasiswa Jepang

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Depok (ANTARA) - Mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang, mengikuti lokakarya seni budaya Indonesia yang berlangsung di Makara Art Center Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, yang diusung oleh Direktorat Kebudayaan UI, TUAT, dan Fakuktas Tehnik UI.

Kegiatan bertajuk "Workshop Indonesian’s Art Cultural" ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya Nusantara sekaligus mempererat hubungan melalui pendekatan seni.

Sebagai fasilitator dalam lokakarya ini adalah para pengajar dari FIB UI dan seniman profesional, yaitu Dr. Ari Prasetyo, M.Hum., dan Citra Cahyaning Sumirat, S.H., M.Pd. Para peserta diajarkan secara langsung menggunakan berbagai alat dengan konsep learning by doing.

Baca juga: Mahasiswa Indonesia rayakan Imlek melalui tradisi rakyat di China

Baca juga: Grebeg Sudiro, simbol akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa di Solo

Dalam sambutannya, perwakilan Direktorat Kebudayaan UI, Eko Sulistiyo, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme para peserta.

“Kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah bagi mahasiswa TUAT. Seni, seperti gamelan dan tari Bali, merupakan bahasa universal yang dapat menyatukan perbedaan. Lokakarya ini menjadi wujud nyata diplomasi budaya yang menunjukkan bahwa seni Indonesia mampu menginspirasi generasi muda dari berbagai disiplin ilmu, termasuk dari bidang pertanian dan teknologi,” kata dia melalui rilis pers, Selasa.

Pada sesi pertama, lokakarya difokuskan pada gamelan Jawa. Para peserta dengan penuh semangat belajar memainkan instrumen seperti saron, bonang, dan gong, dipandu oleh Dr. Ari Prasetyo. Mereka tidak hanya mempelajari teknik memukul instrumen, tetapi juga memahami filosofi di balik alunan musik yang lembut namun penuh harmoni tersebut.

Memasuki sesi kedua, suasana berubah menjadi lebih dinamis saat para mahasiswa belajar Tari Pendet dan Tari Sekar Jagat dari Bali.

Di bawah bimbingan penari profesional, mereka mempelajari gerakan dasar seperti ngelo, agem, dan seledet (gerakan mata). Meskipun pada awalnya gerakan terlihat kaku, keceriaan dan gelak tawa mewarnai proses belajar ketika mereka mencoba menirukan gestur anggun penari Bali.

“Saya seorang mahasiswa teknik, tetapi hari ini saya belajar bahwa ketepatan dan kelembutan dapat berpadu indah dalam budaya Indonesia. Ini pengalaman yang sangat berharga dan membuka wawasan saya,” kata Salah satu peserta, Yuki Tanaka, melalui penerjemah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pertukaran budaya tahunan yang diinisiasi oleh Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Direktorat Kebudayaan UI, bekerja sama dengan Tokyo University of Agriculture and Technology. Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat menjadi duta budaya yang memperkenalkan keindahan Indonesia di negara mereka.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pertunjukan kolaboratif singkat antara mahasiswa Jepang dan pengajar Indonesia, yang menjadi simbol harmonisasi dua budaya dalam satu panggung persahabatan.

Baca juga: Fadli Zon singgung potensi RI jadi pusat budaya dunia

Baca juga: Fadli Zon: Indonesia berpotensi jadi pusat kebudayaan dunia

Baca juga: Batik Peranakan jadi simbol keberagaman budaya di Indonesia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kedaulatan yang Bernegosiasi: Kompromi Indonesia atas Data Warganya
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Hearing DPRD Sulsel, HMI dan Dewan Adat Desak Penggunaan Hak Angket untuk Kasus GMTD
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Menang Gugatan PTUN, Warga Desak Lapangan Padel Pulomas Ditutup
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov DKI Akan Atur Jam Operasional Lapangan Padel, Pasca Warga Protes | KOMPAS PAGI
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Balai TNGR buka kembali pendakian Gunung Rinjani mulai 28 Maret
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.