Purbaya Jelaskan Penyebab Proyek Gas Blok Masela Mangkrak

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung molornya proyek gas raksasa Blok Masela yang dikelola Inpex di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Ia mengaku sudah mendengar gaung proyek tersebut sejak tujuh tahun lalu, tetapi hingga kini belum ada perkembangan signifikan yang terlihat.

Menurut Purbaya, pemerintah tidak ingin proyek strategis itu terus berlarut tanpa kepastian. Ia menegaskan bakal menelusuri sumber persoalan dan mencari jalan keluar agar proyek bisa segera berjalan.

"Ini udah puluhan tahun kelihatannya nih, saya udah denger aja dari tujuh tahun yang lalu sampai sekarang belum jadi-jadi. Jadi kita pengin tahu apa masalahnya dan akan kita coba pecahkan secepatnya," katanya dalam sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2).

Purbaya memaparkan, salah satu penyebab utama lambannya progres Blok Masela adalah proses perizinan yang panjang dan berlapis. Meski begitu, ia melihat adanya percepatan dalam dua bulan terakhir.

Pada Januari dan Februari, sejumlah izin penting, termasuk yang berkaitan dengan lingkungan hidup, akhirnya bisa diterbitkan.

"Itu semuanya dipercepat karena mereka tahu mau dibawa ke sini (sidang debottlenecking). Jadi mereka percepat semua," ungkapnya.

Agar proyek tidak kembali tersendat, Purbaya mengambil langkah khusus. Ia membuka ruang pelaporan rutin bagi Inpex dan mitra konsorsiumnya, bahkan menyebut akan memberikan perlakuan berbeda sebagai investor prioritas.

"Mereka bisa lapor gitu, secara reguler kapan pun. Nanti kita beresin di sini. Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial," tegas bendahara negara itu.

Dengan skema tersebut, setiap kendala di lapangan bisa langsung dibawa ke forum debottlenecking untuk diselesaikan secara terpusat. Ia juga berjanji akan memanggil kementerian atau lembaga terkait jika ditemukan hambatan birokrasi yang menghambat proyek.

Terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Purbaya menyampaikan proses utamanya sudah hampir rampung. Namun, ia mengaku masih perlu mendalami aspek lanjutan dari dokumen tersebut.

"Amdal udah selesai katanya sekarang. Tapi nanti yang lanjutannya. Saya nggak tahu tadi juga bingung, amdal lanjutan tuh seperti apa," tuturnya.

Secara keseluruhan, ia memperkirakan perizinan lingkungan telah mencapai sekitar 90 persen. Dengan pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah, Purbaya optimistis investor bisa segera masuk ke tahap pembangunan fisik dan mempercepat realisasi proyek yang telah lama dinantikan itu.

Sebagai catatan, proyek Inpex Lapangan Masela telah memasuki tahap Front-End Engineering Design (FEED) sejak Agustus 2025, dengan target groundbreaking sebelum Lebaran 2026 setelah persetujuan AMDAL dari KLHK.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Kembali Tewas di Tangan Polisi, Reformasi Polri Dipertanyakan
• 13 jam lalukompas.id
thumb
DPD RI Dukung Langkah Tegas Presiden Berantas Mafia Tambang
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Howe tegaskan tetap turunkan skuad terbaik hadapi Qarabag
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kapolda Riau Tegaskan Tak Anti Kritik: Kami Membuka Ruang untuk Dialog
• 43 menit laludetik.com
thumb
Perkuat UMKM, Kementerian UMKM Percepat Penyaluran KUR di Sumut
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.