Dalam memperkuat akses pembiayaan bagi para pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara (Sumut), Kementerian UMKM mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hal tersebut dilakukan dengan menggelar Sosialisasi dan Akad Massal KUR di Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun. Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan akses pembiayaan semakin cepat, inklusif, dan tepat sasaran.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya percepatan penyaluran KUR sekaligus perbaikan kualitas akses pembiayaan UMKM,” ujar Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM, Selasa (24/2).
Kegiatan Sosialisasi dan Akad Massal KUR diikuti lebih dari 450 pengusaha UMKM dari Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun. Turut hadir pada kesempatan itu Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Utara III, Bane Raja Manalu, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pembiayaan UMKM di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 250 pengusaha UMKM melakukan penandatanganan akad KUR secara langsung. Sementara itu, 200 pengusaha UMKM lainnya mengikuti sosialisasi serta pendampingan melalui coaching clinic untuk mengatasi berbagai kendala akses pembiayaan, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan usaha.
Baca Juga: Wacana Penutupan Minimarket Modern untuk Kuatkan Kopdes dan UMKM, Legislator DPRD DKI Jakarta: Jakarta Harus Jadi Contoh
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pengusaha UMKM tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola usaha yang lebih baik.
Kegiatan ini juga melibatkan layanan pendampingan pembiayaan dari sejumlah perbankan penyalur KUR, yakni BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan BPD Sumut. Kolaborasi antara pemerintah dan perbankan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyaluran sekaligus meningkatkan literasi pembiayaan di kalangan pengusaha UMKM.
Riza menambahkan, akses pembiayaan merupakan salah satu kunci transformasi UMKM agar dapat masuk ke dalam ekosistem pemberdayaan yang lebih terintegrasi. Transformasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan omzet, tetapi juga pada penguatan struktur usaha, perluasan pasar, serta peningkatan daya saing produk dalam negeri.
“Melalui Sosialisasi dan Akad Massal KUR di Pematang Siantar dan Simalungun, kita ingin membuka bottleneck dan meningkatkan exposure KUR sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan lengkap terkait persyaratan serta tata cara mengakses program pemerintah ini,” ujarnya.
Secara nasional, penyaluran KUR sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp270 triliun atau sekitar 94 persen dari target yang ditetapkan. Jumlah debitur penerima manfaat mencapai 4,5 juta pengusaha UMKM. Dari sisi kualitas, penyaluran KUR menunjukkan perbaikan signifikan dengan menjangkau 2,7 juta debitur baru dan mendorong 1,5 juta debitur graduasi.
Untuk pertama kalinya, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi melampaui target, mencapai 60,7 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian.
Di tingkat regional, kinerja penyaluran KUR di Sumatera Utara sepanjang 2025 juga menunjukkan potensi yang kuat. Sebanyak 248 ribu pengusaha UMKM di provinsi ini menerima penyaluran KUR dengan total nilai mencapai Rp14,7 triliun.
Kabupaten Simalungun menjadi salah satu daerah dengan realisasi penyaluran terbesar, yakni Rp1,18 triliun kepada lebih dari 21 ribu pengusaha UMKM. Sementara itu, Kota Pematang Siantar mencatat penyaluran sebesar Rp234 miliar kepada sekitar 3 ribu pengusaha UMKM.
“Capaian penyaluran KUR ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah perekonomian daerah,” kata Riza.
Memasuki 2026, tren positif tersebut terus berlanjut. Hingga 22 Februari 2026, penyaluran KUR di Sumatera Utara telah mencapai Rp1,86 triliun kepada lebih dari 32 ribu pengusaha UMKM. Angka ini menunjukkan ruang percepatan realisasi penyaluran KUR masih sangat terbuka melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, serta para pengusaha UMKM.
Penyelenggaraan Sosialisasi dan Akad Massal KUR ini bukan sekadar seremoni penandatanganan pembiayaan, melainkan bagian dari strategi pemberdayaan yang lebih luas. Melalui pendekatan yang terintegrasi antara pembiayaan dan pendampingan, Kementerian UMKM mendorong pengusaha UMKM untuk semakin percaya diri mengembangkan usaha, memperluas jaringan, dan meningkatkan kapasitas produksi.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah Usai Pemerintah Umumkan Tarik Utang Baru
Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pembiayaan, memperkuat ketahanan usaha, serta mendorong pengusaha UMKM di Pematang Siantar dan Simalungun untuk terus naik kelas.
“Dengan semangat kolaborasi dan kerja bersama, UMKM di Sumatera Utara diharapkan semakin kokoh sebagai penggerak utama perekonomian daerah dan penopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Riza.





