Kematian El Mencho Picu Babak Baru Perang Kartel Narkoba di Meksiko

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Mexico City: Kematian sosok bernama Nemesio Oseguera Cervantes, atau lebih dikenal dengan julukan El Mencho, menjadi salah satu pukulan terbesar yang berhasil diberikan Meksiko terhadap jaringan kartel narkoba di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Dari segi dampak, kematiannya dinilai sebanding dengan penangkapan bos kartel narkoba terkenal seperti Joaquín Guzman pada 2016 serta Ismael Zambada García pada 2024.

Seusai kabar kematian El Mencho, sejumlah kota di Meksiko dilaporkan dilanda kekacauan ketika para loyalisnya melakukan pengeboman serta pembakaran terhadap properti milik negara maupun swasta.

Sebagai pemimpin lama Jalisco New Generation Cartel (CJNG), El Mencho selama ini dipandang sebagai salah satu figur paling kuat sekaligus paling brutal dalam dunia kriminal Meksiko.

Dilansir dari TRT World, Selasa, 24 Februari 2026, organisasi yang dipimpinnya mulai menanjak setelah melemahnya Sinaloa Cartel, jaringan perdagangan narkoba yang sebelumnya mendominasi negara tersebut. 

Setelah sejumlah pemimpin penting Sinaloa diekstradisi, berbagai kelompok pesaing berlomba mengisi kekosongan kekuatan hingga CJNG akhirnya muncul sebagai aktor dominan. Memanfaatkan Jalur Perdagangan Narkoba Selama puluhan tahun, Meksiko berada di pusat konflik berkepanjangan terkait narkoba yang sejak 2006 telah menelan lebih dari 400.000 korban jiwa serta membuat lebih dari 125.000 orang dilaporkan hilang. Dalam lanskap kekerasan ini, CJNG berkembang sebagai salah satu kelompok paling agresif dan cepat meluas.

Kota-kota seperti Tijuana dan Culiacan menyaksikan kelompok bersenjata berat menggunakan kendaraan lapis baja rakitan dalam bentrokan dengan aparat keamanan, sementara warga sipil kerap terjebak di tengah baku tembak. Di sejumlah wilayah, CJNG menjadi aktor utama yang mendorong eskalasi kekerasan.

Peran Meksiko sebagai jalur transit utama perdagangan narkoba global turut memperparah situasi. CJNG memanfaatkan rute tersebut untuk mengirim kokain dari Amerika Selatan, narkotika sintetis seperti fentanyl, serta metamfetamin produksi domestik ke Amerika Serikat dan wilayah lain.

Sebagai imbalannya, aliran uang dan senjata kembali masuk, menopang ekonomi ilegal bernilai miliaran dolar yang memperkuat organisasi kriminal. Sumber daya ini memungkinkan CJNG memperluas pengaruhnya dengan cepat ke berbagai kawasan.

Kartel-kartel juga mengokohkan posisi dengan merekrut pemuda dari daerah rentan secara ekonomi, menawarkan penghasilan dan perlindungan, sekaligus memperluas pengaruh melalui korupsi di lembaga negara termasuk aparat penegak hukum dan sistem peradilan. 

CJNG secara khusus membangun kekuatan lewat perekrutan agresif serta ekspansi wilayah, menciptakan situasi kekerasan yang terus berlangsung dan rasa takut yang meluas bahkan berdampak lintas batas. Transformasi Luas Kartel Seiring waktu, strategi CJNG berubah dari sekadar jaringan pengiriman narkoba menjadi organisasi yang aktif menguasai wilayah di dalam Meksiko. Pergeseran ini meningkatkan bentrokan dengan kelompok rival serta mendorong peningkatan kekerasan secara konsisten.

Penguasaan wilayah juga mengubah pola pemasukan mereka. Selain perdagangan narkoba, kelompok ini mengandalkan pemerasan, penculikan, serta berbagai bentuk kejahatan terorganisasi lain yang terkait dengan area yang mereka kendalikan, sehingga membutuhkan struktur lapangan yang lebih besar dan terorganisasi.

Perubahan tersebut turut mendorong militerisasi kartel. Organisasi lama seperti Guadalajara Cartel sebelumnya lebih beroperasi sebagai jaringan logistik perdagangan narkoba yang berfokus pada keuntungan. 

Sebaliknya, CJNG mengembangkan struktur yang lebih hierarkis dan operasional untuk mengelola wilayah, personel, serta sumber daya.

Akibatnya, konflik yang terjadi kerap menyerupai pertempuran bersenjata internal ketimbang aktivitas kriminal biasa, dengan kelompok pesaing sering kali menjadi musuh utama dibanding negara. Pemanfaatan Teknologi dalam Konflik Ketika persaingan dengan kelompok lain meningkat, CJNG mulai mengadopsi teknologi serta taktik baru. Para anggotanya menggunakan drone yang mampu membawa bahan peledak, memasang alat peledak improvisasi, serta mengoperasikan kendaraan yang diperkuat untuk pertempuran di wilayah urban maupun pedesaan.

Drone kini menjadi alat utama. Jika sebelumnya lebih banyak dipakai untuk pengintaian, perangkat ini kini digunakan dalam serangan terhadap kelompok rival maupun aparat keamanan. 

Biaya yang relatif rendah memungkinkan operasi dilakukan tanpa mengekspos anggota secara langsung, sering kali memakai metode serangan sederhana berbasis benturan.

Pejabat memperkirakan ratusan drone digunakan secara rutin di wilayah perbatasan untuk pengintaian serta penyelundupan. 

Di dalam Meksiko, CJNG juga memakai drone untuk menyerang posisi yang diperkokoh, menunjukkan kemampuan menjangkau lokasi yang seharusnya terlindungi. Arus Senjata dari AS Faktor besar lain di balik militerisasi kartel adalah aliran senjata api yang terus masuk dari Amerika Serikat ke Meksiko.

Sebuah investigasi oleh CBC News program 60 Minutes memperkirakan sekitar 200.000 hingga 500.000 senjata setiap tahun diselundupkan melintasi perbatasan dalam apa yang sering disebut analis sebagai “sungai besi” senjata.

Penyelidikan di AS menunjukkan jaringan yang terkait kelompok tersebut memperoleh senjata melalui pembelian legal menggunakan perantara, sebelum kemudian dipindahkan ke selatan menuju Meksiko.

Sebagian senjata itu, termasuk senapan semi-otomatis serta senjata kaliber .50, kemudian ditemukan di lokasi kejahatan di negara bagian Jalisco dan dikaitkan dengan operasi CJNG. 

Kasus-kasus tersebut menyoroti bagaimana sistem pembelian yang terdesentralisasi serta akses senjata yang relatif mudah di Amerika Serikat terus memasok daya tembak tingkat militer bagi kartel.

Baca juga:  Trump Desak Meksiko Tingkatkan Upaya Lawan Kartel Narkoba


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sungai Cisadane Tercemar Imbas Gudang Pestisida Terbakar, Air Aman Dikonsumsi? | DIPO INVESTIGASI
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Selidiki Dampak Impor Sektor Strategis Demi Pulihkan Tarif Dagang
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Hendra Basir Buka Suara Soal Tudingan Pelecehan Seksual, Akui Pernah Peluk hingga Cium Atlet Putri Tapi...
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Tidak Setiap “Maaf” Bisa Ditukar dengan Sepatah Kata “Tidak Apa-apa”
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Breaking News! Gempa Dangkal M3,2 Guncang Sukabumi, Pusatnya di Darat
• 13 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.