KAI: 80% Operasional Kereta Cepat Whoosh Dikelola Pekerja Lokal

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat operasional Kereta Cepat Whoosh telah dikelola oleh 574 personel oleh SDM Indonesia atau telah mencapai 80%.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan proses handover tersebut termasuk menjalankan sebagian besar fungsi operasional serta perawatan secara mandiri.

"Ditargetkan pada tahun ini operasional Kereta Cepat Whoosh dapat dijalankan 100% oleh tenaga lokal," kata Anne dalam siaran pers, Selasa (24/2/2026).

Dia menjelaskan dari total 574 personel tersebut, 144 bertugas pada fungsi operasional, termasuk 66 masinis dan 31 petugas pusat kendali operasi yang mengatur perjalanan secara real time.

Pada sisi perawatan sarana Kereta Cepat Whoosh, 80 personel menjaga keandalan rangkaian kereta setiap hari. Sementara 350 personel lainnya memastikan kesiapan jalur, jembatan, terowongan, sistem kelistrikan, persinyalan, dan komunikasi agar perjalanan berlangsung aman, stabil, dan tepat waktu.

Dalam fase transisi, lanjutnya, KAI Group menugaskan 191 pegawai perbantuan yang terdiri atas 154 pegawai KAI Induk dan 37 pegawai KAI Commuter. Penempatan ini dirancang untuk memperkuat proses alih kompetensi sekaligus menjaga kesinambungan standar keselamatan dan kualitas layanan selama masa pengalihan tanggung jawab.

Baca Juga

  • Libur Panjang Imlek dan Ramadan, Penumpang Whoosh Melonjak 25%
  • Libur Panjang Imlek, Whoosh Catat 25.678 Penumpang per Hari
  • KCIC Bidik Penumpang Whoosh Naik 6% di Tengah Isu Utang Kereta Cepat

Anne menambahkan proses transfer knowledge untuk masinis Whoosh juga berlangsung lebih cepat dari perencanaan awal. Jika di China proses serupa dapat memerlukan waktu hingga tiga tahun, pada pengoperasian Whoosh tahapan tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar 1,5 tahun.

Percepatan ini dimungkinkan karena para masinis merupakan masinis KAI yang telah berpengalaman mengemudikan kereta konvensional dengan jam terbang minimal 3.000 jam atau setara 100.000 kilometer perjalanan.

Kemandirian operasional Kereta Cepat Whoosh yang telah mencapai 80 % menegaskan bahwa SDM Indonesia mampu mengelola teknologi kereta cepat dengan standar yang selaras dengan operator global. Kompetensi dan pengalaman yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam memastikan layanan terus berkembang secara profesional dan berdaya saing internasional, dengan target penuh 100 % tenaga lokal pada tahun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Referensi Busana Lebaran: Sentuhan Feminin Ria Miranda hingga Look Modern Nagita Slavina
• 30 menit laluviva.co.id
thumb
Hearing DPRD Sulsel, HMI dan Dewan Adat Desak Penggunaan Hak Angket untuk Kasus GMTD
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Menlu Sugiono Serukan Ketahanan Kolektif Perlucutan Senjata
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Munafri Launching Kamus Digital Berbahasa Makassar
• 4 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Apakah Kamu Memelihara Sapi di Rumah?
• 6 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.