JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi telah menangkap pria mengaku aparat yang menganiaya tiga karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.
"Saya baru nerima infonya. Infonya sudah diamankan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Pria Ngaku Aparat Diduga Mabuk Saat Aniaya Karyawan SPBU di Cipinang
Namun, Dicky belum menjelaskan lokasi penangkapan. Ia hanya memastikan jumlah pelaku satu orang.
"(Pelaku) Satu, untuk inisal M atau E," tuturnya.
Sebelumnya, tiga karyawan SPBU Pertamina di Cipinang dianiaya pelanggan saat proses pengisian bahan bakar, Minggu (23/2/2026) malam.
Staf SPBU, Mukhlisin (38), menjelaskan, peristiwa bermula ketika pelanggan tersebut hendak mengisi Pertalite, tetapi kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data pada barcode.
"Nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan digambar di EDC tersebut. Jadi kan peraturan nomor di nopol sama mobil harus sesuai di EDC SPBU," tutur Mukhlisin.
Menurut dia, petugas kemudian menyarankan pelanggan mengisi Pertamax sesuai prosedur operasional standar (SOP).
"Kalau yang di Solar paling kita sarankan ke Pertamina Dex. Ada pilihan sih sebenernya," jelas Mukhlisin.
Baca juga: Propam Polda Metro Jaya Datangi TKP Penganiayaan 3 Karyawan SPBU Cipinang, Ada Apa?
Namun, pelanggan justru marah yang berujung penganiayaan tiga pegawai.
"Dari pihak customernya itu menyebut 'Ini mobil jenderal'. Terus di video juga dia menyebut bilangnya 'kapolda' gitu. Ada narasi, ada kata-kata 'kapolda' ketika dia ngebentak-bentak gitu tadi," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang