Bisnis.com, DENPASAR — Penyaluran kredit di Provinsi Bali pada posisi Desember 2025 berdasarkan lokasi bank tumbuh 6,73% (year on year/YoY) menjadi Rp119,87 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek tumbuh 7,18% (YoY) menjadi Rp144,49 triliun.
Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu menjelaskan berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit tahunan masih didorong oleh peningkatan kredit investasi yang tumbuh sebesar Rp5,72 triliun atau 16,21% (YoY). Sebagai perbandingan, pertumbuhan kredit investasi pada Desember 2024 adalah 18,47% (YoY).
“Kredit investasi utamanya ditopang oleh sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta real estat. Tingginya pertumbuhan kredit investasi ini menggambarkan peran perbankan dalam pembiayaan ekspansi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di Provinsi Bali,” jelas Puji dikutip Selasa (24/2/2026).
Lebih lanjut, kredit konsumsi tumbuh 4,69% (YoY) dan kredit modal kerja tumbuh 0,09% (YoY).
Sementara itu, berdasarkan kategori debitur, sebesar 51,11% kredit di Provinsi Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan positif sebesar 3,91% (YoY). Penyaluran kredit UMKM di Provinsi Bali masih lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional, baik dari porsi kredit maupun pertumbuhan.
Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit didominasi oleh sektor Bukan Lapangan Usaha sebesar 33,49%, yang tumbuh 4,69% (YoY) dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 27,32% dengan pertumbuhan 1,27% (YoY).
Baca Juga
- Penempatan Dana di Himbara Diperpanjang, Kredit Bisa Tumbuh Dobel Digit?
- Bunga Kredit dan Simpanan Bank Susut per Januari 2026, BI Ungkap Datanya
Pertumbuhan kredit disumbangkan oleh peningkatan nominal penyaluran di sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum yang bertambah sebesar Rp2,29 triliun, tumbuh 17,57% (YoY) dan Sektor Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha sebesar Rp1,80 triliun, tumbuh 4,69% (YoY).
Sementara itu, penghimpunan DPK tetap tumbuh positif sebesar 7,49% (YoY) mencapai Rp203,97 triliun (November 2025: 8,26% YoY, Desember 2024: 13,85% YoY). Berdasarkan jenisnya, peningkatan DPK ditopang oleh kenaikan nominal tabungan sebesar Rp7,50 triliun. Fungsi intermediasi masih menunjukkan tingkat yang positif tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) posisi Desember 2025 sebesar 58,60%.
“Kualitas kredit perbankan di Provinsi Bali tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan [NPL] gross sebesar 2,44% lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya [November 2025: 2,65%, Desember 2024: 2,94%],” jelas Puji.
Sementara itu, NPL net berada di posisi 1,68% (November 2025: 1,83%, Desember 2024: 2,04%). Penyelesaian kredit restrukturisasi dan ekspansi kredit berdampak positif bagi penurunan rasio Loan at Risk (LaR) menjadi 9,12% (November 2025: 9,62%, Desember 2024: 11,96%).
Ketahanan BPR di Provinsi Bali juga tetap kuat tercermin dari Cash Ratio (CR) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di atas threshold, berturut-turut sebesar 16,04% dan 27,26% menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global.





