Okupansi Hotel Anjlok Awal Ramadhan di Yogya Hanya 5 Persen, PHRI Siapkan Jurus Jitu

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Tingkat hunian hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta anjlok pada awal Ramadhan 1447 Hijriah. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PHRI DIY) mencatat okupansi hotel hanya berada di kisaran 5 hingga 10 persen dalam pekan pertama bulan suci.

"Okupansi turun sangat drastis. Data kita menunjukkan hanya sekitar 5 persen hingga 10 persen," kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono, Senin (23/2/2026).

Baca Juga
  • Pemkot Yogya Soroti Kebersihan Kota Selama Ramadhan, Termasuk di Masjid Jogokariyan
  • Siswi SLB di Yogyakarta Diduga Jadi Korban Pelecehan Gurunya Sendiri
  • Tempat Hiburan Malam di Yogya Dibatasi Selama Ramadhan, Satpol PP Rutin Patroli di Street Coffee
Deddy mengatakan, penurunan okupansi hotel di awal bulan Ramadhan ini memang kerap terjadi setiap tahunnya. Namun, kondisi tahun ini dinilai lebih berat akibat turunnya daya beli masyarakat serta minimnya wisatawan nonmuslim dan wisatawan asing.

"Lebih parah karena daya beli masyarakat turun dan wisatawan non muslim yang belum kelihatan hilalnya," ujarnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Secara keseluruhan, PHRI DIY mencatat sebanyak 479 anggota yang terdiri dari hotel berbintang, nonbintang, dan restoran terdampak penurunan tersebut. Mengatasi hal tersebut, sejumlah strategi terus didorong. 

PHRI DIY mengajak seluruh anggotanya menyiapkan sejumlah strategi dan program menarik selama bulan suci. Langkah mitigasi yang dilakukan antara lain pemberian promo harga kamar atau penyesuaian tarif sesuai kebijakan masing-masing manajemen hotel. Selain itu, pelaku usaha juga melakukan efisiensi operasional guna menekan biaya.

Deddy juga mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang dapat mendongkrak kunjungan wisatawan menjelang Idul Fitri. Diskon tarif transportasi umum serta rencana penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN dan karyawan swasta dinilai dapat menjadi stimulus bagi sektor perhotelan di Yogyakarta, sekaligus mempersiapkan lonjakan kunjungan saat musim libur Lebaran.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu: Suami DS Awardee LPDP Kembalikan Dana Beasiswa Plus Bunga
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Alhamdulillah, Santri di Manokwari Buka Puasa dengan Paket MBG
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cara Pesan Penukaran Uang Baru di Website PINTAR BI, Periode 2 Dibuka Hari Ini 24 Februari 2026
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
BPK Uji Kewajaran Laporan Keuangan 2025 Bappenas dan Kementerian Perindustrian, Ini Empat Aspek Penilaiannya
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Empat Tahun Perang Ukraina: Bagaimana Invasi Mengubah Wajah Rusia
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.