Megaproyek Giant Sea Wall Bakal Terbentang di 25 Kabupaten/Kota, Mana Saja?

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) mengungkap pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) akan dilaksanakan di 25 kabupaten dan kota yang ada di sepanjang pantai utara (Pantura) Jawa. 

Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf menjelaskan bahwa proyek strategis tersebut diperkirakan membutuhkan total investasi fantastis mencapai US$100 miliar atau setara Rp1.681 triliun (Asumsi Kurs: Rp16.815/US$) untuk proteksi jangka panjang.

“Secara keseluruhan sudah ada hitungannya sekitar US$ 80 miliar sampai US$ 100,” ujar Didit saat ditemui di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin (23/2/2026).

Adapun, peta pembangunan infrastruktur ini akan melintasi wilayah Banten yang mencakup Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kabupaten Tangerang, sebelum tersambung ke wilayah DKI Jakarta.

Di Jawa Barat, tanggul akan melindungi pesisir di beberapa wilayah Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, hingga area Kabupaten dan Kota Cirebon.

Jalur tanggul raksasa ini kemudian memanjang ke Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten dan Kota Tegal, Pemalang, serta Kabupaten dan Kota Pekalongan. Wilayah lainnya di Jawa Tengah yang masuk dalam peta perencanaan adalah Batang, Kendal, Kota Semarang, Demak, Jepara, Pati, hingga Kabupaten Rembang.

Baca Juga

  • Badan Otorita: Giant Sea Wall Bakal Selamatkan Aset Rp6.196 Triliun di Pantura
  • AHY Mau Giant Sea Wall Tahan hingga 200 Tahun, Seperti Candi Borobudur
  • Giant Sea Wall Belum Dilaksanakan Dalam Waktu Dekat, Ini Alasannya!

Pada ujung timur jalur Pantura, pembangunan akan difokuskan di wilayah Jawa Timur yang mencakup pesisir Kabupaten Tuban, Lamongan, dan berakhir di Kabupaten Gresik. Seluruh wilayah tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerawanan terhadap kenaikan permukaan air laut dan urgensi mitigasi bencana pesisir.

"Dengan kondisi seperti ini, kita bekerja sama, terus melakukan mitigasi, melakukan koordinasi agar nanti pada saat pelaksanaannya tidak berhenti di tengah. Jadi ini juga kami melibatkan mereka-mereka sebagai kepanjangan tangan kami di daerah," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan bahwa konstruksi Giant Sea Wall di sepanjang tepi pantai utara atau pantura Jawa akan didukung sebagian oleh APBN maupun APBD. 

Dia menambahkan, nantinya pembangunan tanggul laut itu akan dipimpin oleh badan baru bentukan Presiden Prabowo Subianto pada 2025 lalu, yakni Badan Otorita Perlindungan Pantura Jawa. Kemenko yang dipimpin AHY pun bertindak sebagai dewan pengarah. 

Badan otorita itu, terang AHY, masih dalam tahap penyempurnaan konsep. Fokus badan baru itu adalah untuk pembangunan tanggul guna melindungi daerah-daerah seperti Jakarta, Semarang, maupun Demak akibat banjir rob maupun penurunan muka tanah (land subsidence). 

"Nah, tanggul itu diperlukan. Sudah ada sejumlah rancangan yang terus disempurnakan ditambah juga dengan kurang lebih konsep pembiayaannya seperti apa," kata AHY.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 WIlayah Jakarta Selasa 24 Februari 2026
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Jaksa Ungkap Modus Nadiem Untuk Samarkan Aliran Dana Kasus Chromebook
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
LG Electronics Pamer Teknologi Canggih
• 38 menit laluviva.co.id
thumb
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Ada 397 Lapangan Padel di Jakarta, Pemprov akan Bongkar yang Tak Punya Izin PBG
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.