Berkunjung ke Kampung Ramadan Kudus, Sentra Kuliner untuk Berbuka Puasa

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Kampung Ramadan Desa Demaan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyediakan ragam kuliner berbuka puasa. Takjil yang dijual merupakan menu kekinian yang dijamin menggoyang lidah.

Kampung Ramadan Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus digelar di sepanjang Jalan Pangeran Puger. Sebanyak 30 stan berjajar sepanjang 100 meter di area Jalan Pangeran Puger.

Pantauan kumparan di lokasi pada Selasa (24/2) pedagang menawarkan dagangannya kepada pembeli. Pengunjung yang datang tampak memilih berbagai menu takjil untuk disantap sebagai menu berbuka puasa.

Ada beragam takjil yang tersedia di sepanjang Jalan Pangeran Puger ini. Mulai dari dimsum, donat, gorengan, sosis, takoyaki, jagung crispy, es teh, es buah, dan lainnya.

Salah satu menu yang bisa dicoba yakni jagung mlekah. Kuliner jagung yang dipotong kecil-kecil ini cocok untuk dijadikan menu awal berbuka puasa.

Jagung mlekah ini bisa diberi toping sesuai keinginan. Ada toping balado, keju, jagung manis, dan mayones. Harganya ramah di kantong yakni hanya Rp 8 ribu.

Hariyanti, pedagang jagung mlekah juga menyediakan menu lainnya, yakni pisang menul. Menu takjil ini merupakan menu pisang yang dipotong kecil-kecil lalu digoreng menggunakan tepung.

”Kami sediakan toping susu, cokelat, strawberry, mayones, tiramisu, dan parutan keju,” katanya, saat ditemui di lokasi, Selasa (24/2).

Ia juga menjual menu es teh krampul khas Solo. Es teh ini dicampur dengan perasan jeruk. Sehingga rasanya segar.

”Alhamdulillah penjualan hari ini lumayan banyak. Semoga ke depannya dagangan saya semakin laris,” ucapnya.

Masyarakat yang ingin menyantap takjil dengan porsi yang mengenyangkan bisa mencoba Zuppa Soup. Harganya terjangkau hanya Rp 10 ribu per porsi. Selain itu ada Burnt Cheesecake seharga Rp 15 ribu dan puding caramel seharga Rp 12 ribu.

Pedagang Zuppa Soup, Chinintya Ayu Wibikandi, mengaku dagangannya laku keras selama mengikuti acara Kampung Ramadan Desa Demaan. Pada Senin (23/2) kemarin ia baru buka satu jam, namun dagangannya langsung habis dibeli pemburu takjil.

"Baru pertama ikut, nggak menyangka bisa seramai ini. Pastinya senang banget dan semoga laris manis,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bumdes Semanah Berkah Desa Demaan, Akhmad Ikhwan mengungkapkan Kampung Ramadan Desa Demaan digelar sejak 21 Februari 2026 sampai 18 Maret 2026 mulai pukul 15.00 WIB sampai 21.00 WIB. Secara keseluruhan ada 30 stan pedagang takjil yang ikut meramaikan.

Acara Kampung Ramadan Desa Demaan ini merupakan edisi pertama. Pada tahun sebelumnya, acara ini belum digelar. Pada edisi awal tahun ini, antusiasme pendaftar pedagang takjil menurut Akhmad Ikhwan cukup lumayan.

"Kampung Ramadan Desa Demaan ini untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM. Selain itu kami mencoba memfasilitasi masyarakat yang hendak mencari takjil,” jelasnya, Selasa (24/2) di lokasi.

Pedagang takjil yang ikut serta difasilitasi oleh Bumdes Semanah Berkah Desa Demaan. Pedagang menyewa stan dengan biaya sewa yang berbeda-beda.

Stan berukuran 2 meter x 2 meter biaya sewanya Rp 30 ribu per hari. Sedangkan stan berukuran 3 meter x 3 meter disewakan seharga Rp 50 ribu per hari. Penyewa mendapatkan fasilitas berupa stan tenda, listrik, dan aula untuk beristirahat di Balai Desa Demaan.

Ia menyebut, keistimewaan Kampung Ramadan Desa Demaan ini ada di menu takjil yang dijual. Menu yang dijual beragam serta kekinian. Sehingga cocok di lidah masyarakat. Harga menu takjil juga ramah di kantong.

Pembeli juga bisa drive thru di atas sepeda motor. Namun, dengan catatan tidak menyebabkan kemacetan di sepanjang Jalan Pangeran Puger.

Setidaknya, sebanyak 250 pengunjung menyambangi Kampung Ramadan Desa Demaan ini setiap harinya. Panitia juga telah menyiapkan kantong parkir di area tersebut. Tarif parkir sepeda motor dipatok Rp 2 ribu.

Dari segi keamanan, panitia menyiagakan anggota linmas, bhabinkamtibmas dan babinsa di lokasi. Pihaknya berharap acara ini sukses dan membantu para pelaku UMKM.

”Ke depannya akan kami evaluasi terlebih dahulu untuk kesiapan bulan Ramadan tahun depan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Sahril menyempatkan datang ke Kampung Ramadan Desa Demaan karena ingin berburu takjil. Ia membeli seporsi takoyaki.

”Kebetulan diajak teman ke sini. Saya pilih membeli takoyaki karena cukup mengenyangkan. Rencananya juga mau membeli puding karamel dan mencoba es buah,” ujarnya.

Pembeli lainnya, Ezar, membeli risoles sebagai menu berbuka puasa. Ia mengetahui informasi Kampung Ramadan Desa Demaan ini dari akun media TikTok.

”Ingin mampir saja di sini sekalian beli menu takjil untuk berbuka puasa,” imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jerat Trump dan Nasib Swasembada Pangan RI
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Kolaborasi Album Baru, Hilary Duff Ungkap Rahasia Jarang Bertengkar dengan Matthew Koma
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
10 Kasus Terungkap, Barbuk Senilai Rp470 Juta Dimusnahkan Polresta Palangka Raya
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Jadwal Buka Puasa di Jakarta Hari Ini 24 Februari 2026
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Ini yang Disalurkan Kemensos bagi Korban Terdampak Bencana Pulau Sumatera
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.