Sejumlah massa mendatangi Polda DIY, Selasa (24/2) malam. Mereka datang lalu mencoret tembok dan merobohkan pagar sisi timur Polda DIY.
Massa yang datang dari arah timur ini juga memblokade Ring Road Utara sisi sebelah utara.
Ude salah seorang peserta aksi mengatakan aksi kali ini adalah bentuk kemarahan masyarakat atas peristiwa penganiayaan oleh oknum anggota Brimob terhadap Arianto Tawakal (14), siswa MTsN 1 Maluku hingga tewas di Tual.
"Ini bentuk dari kemarahan masyarakat terkait apa yang terjadi di Maluku gitu. Ada bocah 14 tahun yang nggak salah apa-apa, lagi jalan motor, tiba-tiba dihantam helm kepalanya terus tewas, dan sebagainya, dan sebagainya," kata Ude.
"Jadi aksi ini adalah upaya untuk meluapkan kemarahan," katanya.
Pantauan kumparan massa aksi juga tak melakukan orasi pada aksi demonstrasi kali ini.
"Bahkan kami nggak ada tuntutan. Bahkan kami nggak ada tuntutan, nggak ada draf tuntutan, pun nggak ada panggung-panggung orasi dan sebagainya itu nggak ada. Ini aksi memang fluid," jelasnya.
Dia mengatakan coretan ditembok dan merobohkan gerbang adalah bentuk ekspresi hari ini. Ude mengatakan massa aksi ini terdiri dari mahasiswa hingga elemen masyarakat lainnya.
Sejumlah polisi terlihat berjaga di dalam Polda. Mereka dibentengi kawat berduri.





