tvOnenews.com - Tak ada nama Megatron di jajaran lima besar, bahkan ia masih tercecer di luar kelompok 200 poin pada daftar top skor sementara Proliga 2026.
Fakta ini cukup mengejutkan, mengingat Megawati Hangestri selama ini identik dengan mesin poin andalan tim.
Per Selasa (24/2), daftar 10 besar pencetak angka terbanyak sektor putri menunjukkan dominasi pemain asing.
Sementara Megawati baru mengoleksi 173 poin dan terpaut 27 angka dari batas 200 poin, angka yang sudah ditembus empat pemain lain.
Namun menariknya, absennya Megatron dari papan atas statistik individu tak menghalangi kontribusinya dalam mengantar Jakarta Pertamina Enduro melangkah ke final four.
Bursa Top Skor Dikuasai Legiun Asing
Persaingan menuju babak empat besar berjalan seiring dengan ketatnya perebutan gelar top skor. Hingga pekan ketujuh yang berlangsung di GOR Padepokan Voli Jenderal Pol Kunarto, Bogor, empat nama telah menembus 200 poin.
Puncak daftar dihuni oleh Neriman Ozsoy dari Jakarta Electric PLN Mobile dengan 253 poin. Di bawahnya terdapat Ana Bjelica (Jakarta Livin Mandiri) dengan 233 poin, lalu Annie Mitchem (Gresik Phonska Plus) yang mengoleksi 219 angka.
Posisi keempat ditempati Bethania de la Cruz dari Jakarta Popsivo Polwan dengan 205 poin. Keempatnya merupakan pemain asing yang menjadi tumpuan utama tim masing-masing.
- Instagram @jpevolley
Sementara itu, satu-satunya pemain lokal yang berhasil menembus 10 besar adalah Megawati.
Eks opposite hitter Red Sparks itu duduk di peringkat kedelapan dengan 173 poin, di bawah Wilma Salas (191 poin) dan Iana Shcherban (188 poin) yang juga memperkuat Pertamina Enduro.
Data ini menunjukkan bahwa beban produktivitas di banyak tim masih bertumpu pada legiun impor. Namun di sisi lain, Megawati tetap menjadi representasi konsistensi pemain lokal di tengah gempuran nama-nama internasional.
Performa Megatron dan Peran Strategis di Tim
Meski tak memimpin daftar top skor, peran Megawati dalam perjalanan Pertamina Enduro musim ini tak tergantikan.
Tim asuhan mereka sudah memastikan tiket final four bersama Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.




