Menakar Kesiapan Pasukan Perdamaian TNI ke Palestina

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP). Langkah ini dilakukan untuk lebih dekat dalam mewujudkan perdamaian Palestina.

BoP dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pada pertemuan perdana BoP, di Washington D.C, Kamis (19/2), Presiden Prabowo Subianto hadir.

Salah satu langkah yang diambil BoP, yakni mengirim pasukan perdamaian atau lebih dikenal dengan International Stabilization Force (ISF) ke Palestina. Indonesia, jadi salah satu negara yang sepakat untuk mengirim pasukan perdamaian ke Palestina.

Dalam rapat BoP, diumumkan juga Komandan ISF dijabat oleh Mayor Jenderal Jasper Jeffers. Dan, Indonesia setuju ditunjuk sebagai wakil komandan ISF.

"Indonesia telah diterima sebagai Wakil Komandan dari ISF," kata Jeffers.

Rafah Jadi yang Pertama

Dalam pemaparannya. Jeffers mengatakan, pengiriman pasukan ISF akan terbagi ke dalam 5 wilayah, yakni Rafah, Khan Younis, Deir el-Balah, Kota Gaza, dan Gaza Utara.

Setiap wilayah akan dipimpin oleh satu orang komandan brigade dengan pangkat jenderal bintang 1.

"Dalam jangka pendek, penempatan pertama di Rafah, lalu akan berkembang ke sektor demi sektor," kata Jeffers.

Jeffers mengatakan, untuk pengerahan pasukan ISF gelombang pertama ini, sudah ada 5 negara yang bersedia mengirim tentara ke Rafah.

"Saya dengan sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas dalam International Stabilization Force: Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania," ucap Jeffers.

Sementara itu ada 2 negara lainnya, yakni Mesir dan Yordania yang akan fokus melatih polisi di Gaza.

ISF memproyeksikan akan ada 12 ribu polisi dan 20 ribu tentara ISF untuk rencana jangka panjang.

RI akan mengambil peran dalam fase stabilisasi keamanan dan rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.

Peran Indonesia ini langsung menyentuh aspek keamanan, pelatihan aparat sipil, hingga pemulihan infrastruktur dasar di Gaza.

Dalam rencana kerja yang dipaparkan Board of Peace, dibentuk International Stabilization Force (ISF) untuk menjaga perdamaian dan menciptakan stabilitas jangka panjang.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, untuk penempatan TNI di Rafah dalam gelombang pertama, belum ada pembicaraan lebih dalam. Rencana belum berubah dari apa yang sudah sempat dipaparkan dalam BoP.

"Mulainya dari situ [Rafah] katanya kemarin. Tapi nanti detailnya kan ada, ada operasinya seperti apa, teaternya seperti apa," kata Sugiono dalam konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2).

Sampai saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut terkait kesiapan pengiriman pasukan ISF ke Palestina. Termasuk siapa sosok jenderal yang akan ditunjuk sebagai wakil komandan ISF, dari satuan mana saja yang akan berangkat ke Palestina.

"Kami masih menunggu arahan Presiden kembali dari AS," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, saat dikonfirmasi, Selasa (24/2).

Presiden Prabowo memang belum kembali ke Indonesia setelah lawatan ke Amerika Serikat. Prabowo melanjutkan perjalanan ke sejumlah negara lain.

Siapkan 8.000 Pasukan

Prabowo dalam pidatonya di KTT Board of Peace (BoP) kembali menegaskan Indonesia siap mengirimkan pasukan ISF ke Palestina. Bahkan, dalam jumlah yang cukup besar.

"Pencapaian gencatan senjata itu nyata. Kami memuji hal ini. Oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika perlu," kata Prabowo dalam pidato di Donald J. Trump U.S. Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2).

Sementara, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak sempat menyampaikan pasukan yang disiapkan untuk terbang ke Palestina sudah mulai berlatih. Sambil menunggu koordinasi dan perintah lebih lanjut.

“Sudah, sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kita nanti jadi perdamaian. Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan,” kata Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI dan Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (10/2).

“Ya, bisa satu brigade, 5.000–8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” kata Maruli.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bikin Publik Kecewa, Dasco Langsung Minta Pemerintah 'Rem' Rencana Impor 105 Ribu Mobil dari India!
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Alwi Farhan Jelang Debut di All England: Lawan Siapa Aja Ayo
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
One Way-Ganjil Genap Disiapkan saat Mudik Lebaran 2026, Catat Jadwalnya
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Impor 105.000 Pikap India Bisa Picu Deindustrialisasi Terselubung
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Daftar Nama 14 Kandidat Ketum PBNU, Terbagi 4 Klaster
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.