JAKARTA, KOMPAS.com - Acara musik Ramadhan Jazz Festival (RJF) bakal kembali digelar di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat dan Sabtu, 6-7 Maret 2026.
Ini merupakan tahun ke-15 RJF digelar di Masjid Cut Meutia.
"Untuk tahun ini kami panitia mengangkat tagline-nya 'Harmoni Untuk Negeri'. Kenapa Harmoni Untuk Negeri? Karena kita ingin di tengah kondisi Ramadhan ini kita tetap harmoni bersama," ujar Ketua Panitia RJF 2025, Ali Akbar Hasyemi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
"Tapi kita juga menghasilkan sesuatu dari acaranya—menghasilkan aktivasi sosial yang bisa kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Sumatera Barat," lanjutnya.
Akbar menjelaskan, RJF 2026 tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga bakal diisi tausiyah.
Baca juga: Harga Bahan Pokok Melonjak Saat Ramadhan, Warga Mengeluh Pengeluaran Kian Membengkak
"Acaranya di halaman Masjid Cut Meutia, dimulai setelah shalat tarawih. Yakni sekitar jam 20.30 WIB. Nanti di acara juga akan ada tausiyah," ungkap Akbar.
Ia bilang, sejumlah musisi Tanah Air bakal hadir di RJF 2026, di antaranya musisi senior Indra Lesmana dan Chandra Darusman.
Untuk generasi milenial, ada penyanyi Andien dan grup musik RAN.
Sementara itu, sejumlah penampilan lainnya saat ini masih dalam tahap konfirmasi dan negosiasi.
"Jadi belum bisa kita sampaikan semuanya. Tapi nanti pasti kita umumnya seluruh musisi pengisi acara," tutur Akbar.
Donasi pembangunan masjid
Akbar mengungkapkan, panitia menargetkan RJF tahun ini bisa dihadiri 8.000-9.000 pengunjung. Tiket acara bisa dibeli secara online atau on the spot seharga sekitar Rp 150.000.
Nantinya, hasil penjualan tiket akan didonasikan untuk pembangunan masjid di Sumatera Barat.
"Yang pertama untuk pembangunan Masjid Al-Ihsan di Sumatera Barat, yang kedua untuk wakaf penanaman pohon di lokasi bencana, yang ketiga ada donasi untuk normalisasi aliran sungai yang ada di Desa Labuah, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat," jelas Akbar.
Sehingga menurut Akbar, penonton RJF sekaligus berpartisipasi dalam tiga aksi sosial saat membeli tiket seharga Rp 150.000.
"Jadi kalau mau berdonasi ya sekarang saatnya, karena nanti kita juga Insyaallah akan mendatangkan kepala desa setempat untuk menjelaskan keadaan kondisi di sana," tutur Akbar.