JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi memastikan terduga penganiaya sejumlah pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Jakarta Timur, bukan anggota Polri, melainkan seorang wiraswasta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan hal tersebut diketahui setelah pihak kepolisian menangkap terduga pelaku penganiayaan terhadap pegawai SPBU tersebut.
"Pelaku sudah ditangkap dan dipastikan bukan anggota Polri. Saat ini yang bersangkutan sedang diproses oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur," katanya di Jakarta pada Selasa (24/2/2026), dikutip Antara.
Baca Juga: Petugas SPBU Dianiaya Terduga Aparat di Pulogadung, Pelaku Mengaku Bawa Mobil Jenderal
Budi pun mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.
"Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi," ujar dia.
“Jika menemukan peristiwa serupa atau tindak kekerasan, segera laporkan melalui pusat layanan (call center) 110 atau kantor polisi terdekat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti."
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan dugaan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (22/2) sekitar pukul 22.10 WIB di SPBU Pertamina Cipinang, Jakarta Timur.
Kronologinya berawal saat sebuah mobil Toyota Vellfire hitam hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Namun, petugas SPBU menolak karena hasil pencocokan kode batang atau barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan, sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan.
"Penolakan tersebut memicu emosi penumpang mobil. Pelaku kemudian turun dan melakukan kekerasan terhadap sejumlah pekerja SPBU," kata Budi.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Antara
- penganiayaan petugas spbu
- spcu cipinang
- kabih humas polda metro
- polda metro jaya
- penganiayaan





