Pemerintah Fokus pada Pendidikan: Beasiswa untuk PAUD di Surabaya dan Pengiriman Kader Ulama ke AS

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus menunjukkan komitmennya di bidang pendidikan melalui berbagai program beasiswa, baik untuk anak usia dini dari keluarga kurang mampu maupun untuk kader ulama tingkat lanjut. Dua inisiatif yang berjalan beriringan ini mencerminkan upaya membangun sumber daya manusia dari akar rumput hingga kancah global.

Di Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) tengah melakukan konsolidasi data secara intensif untuk memastikan program beasiswa bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK tepat sasaran. Program ini diprioritaskan khusus bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan pra-miskin di kota pahlawan tersebut.

Baca Juga
  • Ramadhan, Bulan Menggapai Ampunan
  • Kemenag Siapkan 'Kado' untuk Madrasah dan RA, BOS Senilai Rp 4,5 T Cair Sebelum Lebaran
  • Bank Syariah Semakin Kompetitif tapi Pangsa Pasar Masih 7 Persen

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam tahap verifikasi dan validasi data calon penerima manfaat. Proses ketat ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

"Saat ini melakukan konsolidasi data. Jadi, harus benar-benar verifikasi terlebih dahulu siapa yang berhak menerima beasiswa itu. Kalau dari konsepnya Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) kan menyampaikan, dari keluarga miskin dan pra-miskin lah yang berhak mendapat beasiswa ini, dengan catatan saat ini masih terdata di dalam data keluarga miskin atau pra-miskin," kata Febrina di Surabaya, Selasa.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Febrina menegaskan, jika seorang siswa PAUD-TK terbukti masih masuk dalam kategori tersebut, sekolah sama sekali tidak diperbolehkan menarik biaya apa pun dari mereka. Untuk memastikan keakuratan data, Dispendik berkoordinasi erat dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. Targetnya, sekitar 8.000 siswa akan menerima beasiswa senilai Rp50 ribu per bulan ini, dan proses pendataan ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026.

"Ada sekitar 8.000-an kurang lebih, oleh karenanya kita sekarang butuh cek kembali nama aslinya di lapangan seperti apa, sembari kita menyiapkan metode penyampaiannya. Karena anak PAUD masih belum punya rekening, sehingga itu menjadi bagian yang harus kita betul-betul sikapi supaya tidak ada masalah dalam prosesnya," ujar perempuan yang akrab disapa Febri itu.

Di sisi lain, pada skala nasional dan internasional, Kementerian Agama (Kemenag) juga tengah menggodok kader-kader ulama masa depan. Menteri Agama Nasaruddin Umar baru saja melepas 29 mahasiswa penerima beasiswa Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) untuk mengikuti program short course di Amerika Serikat.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas keilmuan kader ulama Indonesia melalui jejaring akademik global. Sebanyak 21 mahasiswa akan menimba ilmu di University of California, Riverside, sementara delapan lainnya akan belajar di Hartford International University.

"Kesempatan ini tidak datang kepada semua orang. Oleh karena itu, fokuslah menuntut ilmu, perkaya wawasan, dan hargai setiap waktu yang kalian miliki," pesan Nasaruddin Umar kepada para peserta di Jakarta, Selasa.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesan Kasih Marcella Santoso ke Ary Gadun FM: Kita Akan Selalu Bersama Atas Restu Tuhan
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Bripda MS Anggota Brimob yang Aniaya Pelajar hingga Tewas Dipecat
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Ini Alasan Menag Nasaruddin Naik Pesawat Jet Pribadi ke Takalar
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kriminal kemarin, pegawai SPBU dianiaya hingga vonis Dirut PT. CAD
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Apakah Anda Termasuk? Pemerintah Akan Bagikan Proyek Renovasi untuk 400 Ribu Rumah Tak Layak Huni
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.