jpnn.com, JAKARTA - Para murid Binus School Simprug berhasil menghimpun dana lebih dari Rp 359 juta melalui konser amal Symphony of Love yang digelar di Auditorium Binus Anggrek, Jakarta.
Kegiatan ini berangkat dari kecintaan para siswa terhadap dunia musik, dan mengelolanya menjadi kontribusi sosial berdampak luas.
BACA JUGA: Binus School Simprug Wadahi Kreativitas Siswa Lewat Program Creativerse
Seluruh rangkaian acara dirancang dan dijalankan sendiri oleh para siswa, mulai dari konsep, promosi, kolaborasi dengan sponsor, hingga pelaksanaan teknis.
Dana yang terkumpul dari konser ini rencananya akan disalurkan kepada dua yayasan.
BACA JUGA: Beri Edukasi Crypto Bersama OJK, Pintu Goes to Campus Hadir di Universitas Binus
Adapun kedua yayasan tersebut, yakni Panti Jompo Pusaka 41 (Yayasan Al-Madiniyah) di Cengkareng dan Panti Lansia Santa Anna di Teluk Gong.
Bantuan yang diberikan akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan harian para lansia.
BACA JUGA: BINUS Pamerkan Ratusan Karya Teknologi di Techvolution: Youth Innovate Day
Bantuan tersebut mencakup bahan makanan, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan medis dasar bagi para penghuni panti.
Head Committee Symphony of Love, Annabelle, mengatakan kegiatan ini lahir dari semangat sederhana untuk menjadikan musik sebagai jembatan kepedulian.
“Melalui konser ini, kami ingin menunjukkan bahwa karya yang kami cintai juga dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” kata Annabelle di Jakarta, belum lama ini.
Perhelatan konser amal ini menghadirkan penampilan dari Binus School Simprug Orchestra dan Choir.
Selain itu, acara juga dimeriahkan oleh musisi tamu seperti Barry Likumahuwa & Band serta penyanyi jazz Sierra Soetedjo.
Repertoar lagu yang membawakan musik klasik Indonesia dan mancanegara dipilih secara khusus.
Lagu-lagu tersebut bertujuan untuk menjembatani lintas generasi melalui harmoni yang tercipta di dalam auditorium.
Deputy Head Committee Symphony of Love, Aleeza, menambahkan proses persiapan konser juga menjadi ruang pembelajaran yang bermakna.
Siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran dari segi musikalitas, tetapi juga belajar tentang empati.
“Kami belajar bahwa minat yang dimiliki perlu dikelola dengan komitmen dan kolaborasi agar bisa menghasilkan dampak,” kata Aleeza.
Inisiatif para siswa ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak penerima manfaat.
Iis Fatmawati, Perwakilan Panti Jompo Pusaka 41, mengaku sangat tersentuh dengan kepedulian siswa yang meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi dengan lansia.
“Mudah-mudahan dengan adanya acara ini dan donasinya bermanfaat untuk lansia yang sudah lemah,” kata Iis Fatmawati. (mcr31/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah



