TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Polisi memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan penusukan advokat berinisial BST oleh tiga debt collector di Kelapa Dua, Tangerang, Senin (23/2/2026).
“Saat ini anggota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa beberapa saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Polisi hingga kini masih mendalami kasus ini dan memburu pelaku.
“Kami dari pihak kepolisian akan menindak tegas kelompok yang membuat gaduh dan melakukan kekerasan di wilayah hukum kami,” jelas Boy.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka tusukan dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca juga: Awal Mula Penusukan Advokat oleh Debt Collector, Sempat Ribut soal Penarikan Mobil
"Kami juga sudah menjumpai korban untuk menjenguk yang sedang dirawat dirumah sakit akibat luka tusukan," ucap Boy.
Sementara, kuasa hukum korban dari DPD Kongres Advokat Indonesia, Andri Jurnisal mengatakan, peristiwa bermula ketika tiga debt collector mendatangi rumah korban pada pukul 14.00 WIB.
Mereka datang untuk menarik sebuah mobil yang disebut menunggak pembayaran.
"Mereka sudah ada dari dari jam 14.00 WIB. Dari CCTV kita lihat mereka sudah ngintai di depan teras rumah," ujar Andri saat ditemui Kompas.com di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Tangsel, Selasa (24/2/2026).
Saat itu, kata dia, kondisi rumah korban sedang kosong. Korban dan istrinya, Gloriana (36) sedang di luar rumah untuk menjemput sang anak.
Kemudian pada pukul 15.40 WIB, korban bersama keluarganya kembali ke rumah. Di depan rumah, sempat terjadi adu mulut antara korban dengan tiga debt collector.
Menurut Andri, para debt collector tersebut mengaku mendapat kuasa dari perusahaan pembiayaan.
Namun, cara ketiga debt collector tersebut dinilai tidak sesuai aturan sehingga korban meminta identitas para debt collector.
Tidak hanya itu, petugas keamanan perumahan juga diminta untuk menahan kendaraan para debt collector di gerbang perumahannya.
"Karena identitasnya belum jelas, korban meminta sekuriti untuk menyetop mobil debt collector itu di gerbang agar dimintai identitasnya," jelas Andri.