Matamata.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah menargetkan perbaikan jalan rusak di sepanjang jalur mudik rampung paling lambat 10 hari sebelum Lebaran (H-10).
Fokus utama perbaikan diarahkan pada jalur yang kerap dilalui kendaraan roda dua guna menekan angka kecelakaan.
Menhub menyebut infrastruktur jalur utama, seperti Jalur Pantura, menjadi perhatian serius. Kemenhub telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan pengerjaan fisik selesai tepat waktu.
"Kami meminta agar jalan-jalan yang dilalui pemudik roda dua segera diperbaiki. Pihak Kementerian PU menjanjikan paling lambat H-10 sudah selesai seluruhnya," ujar Dudy usai meninjau produk UMKM di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Terkait keterlibatan Pemerintah Daerah (Pemda), Dudy mengakui adanya tantangan keterbatasan anggaran di level daerah. Oleh sebab itu, pemerintah pusat melakukan pemetaan skala prioritas untuk menentukan titik-titik krusial yang harus segera ditangani sebelum arus mudik dimulai.
Strategi Kelancaran Mudik 2026 Selain perbaikan jalan, Menhub membeberkan sejumlah strategi untuk mengurai kepadatan arus mudik tahun ini, di antaranya:
Flexible Working Arrangement (FWA):
- Rekomendasi kerja fleksibel bagi pegawai sebelum dan sesudah libur bersama.
- Optimalisasi Rest Area: Bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk memanfaatkan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat istirahat tambahan.
- Insentif Transportasi: Pemberian diskon tiket kereta api, kapal laut, pesawat, serta diskon tarif tol.
Kemenhub dan BUMN kembali menyelenggarakan program mudik gratis untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi.
"Langkah-langkah ini kami siapkan agar aktivitas mudik Lebaran 2026 berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat," pungkas Dudy. (Antara)
- Ribuan Jamaah Makassar Ikuti Buka Puasa Bersama Program Raja Salman di Masjid 99 Kubah




