Belajar dari kasus viral alumni LPDP, Tasya Kamila jelaskan 7 poin kontribusinya untuk RI

brilio.net
5 jam lalu
Cover Berita

Brilio.net - Isu mengenai kewajiban alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk pulang ke Indonesia kembali mencuat dan menjadi perdebatan hangat di jagat maya. Hal ini dipicu oleh tindakan Dwi Sasetyaningtyas (Tyas), seorang lulusan Belanda, yang mengunggah video tentang dokumen kewarganegaraan Inggris milik anaknya. Dalam konten tersebut, ia memberikan pernyataan yang dianggap kurang menghargai identitas bangsa.

Meskipun Tyas telah menghapus unggahan tersebut dan meminta maaf secara terbuka pada Kamis (19/2/2026), pemerintah merespons kejadian ini dengan langkah yang sangat serius.

BACA JUGA :
9 Potret transformasi ibu Tasya Kamila setelah operasi bariatrik, berhasil turun 7 kg dalam seminggu


Sanksi Administratif dan Pengembalian Dana

Menteri Purbaya menyatakan kekecewaannya dan memastikan akan ada tindakan tegas bagi pihak yang melanggar komitmen terhadap negara. Sanksi yang disiapkan tidak main-main, yakni pemblokiran akses karier di seluruh instansi pemerintahan.

“...Nanti saya akan blacklist dia di seluruh pemerintahan, nggak akan bisa masuk. Itu hal yang kami sesalkan. Jadi kami akan menegakkan aturan yang ada di LPDP, sehingga yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawabnya ke LPDP," tegas Purbaya dalam konferensi pers APBNKita yang dikutip dari kanal YouTube Kemenkeu, Senin (23/2/2026).

Selain sanksi administratif, untuk suami Tyas yang diduga tidak menunaikan kewajiban selepas lulus kuliah pakai beasiswa LPDP, juga diminta mengembalikan seluruh dana pendidikan. Menteri Purbaya menjelaskan bahwa pihak keluarga, dalam hal ini suami Tyas, telah bersedia menyelesaikan kewajiban finansial tersebut.

BACA JUGA :
5 Perjalanan ibunda Tasya Kamila gagal diet 25 tahun berujung obesitas, putuskan operasi bariatrik

“Ini Pak Dirut nih, bosnya LPDP nih, sudah bicara tadi dengan suami terkait ya. Dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai oleh LPDP, termasuk bunganya lho. Jadi bunga uang yang dipakai, kan kalau saya taruh uang itu di bank juga ada bunganya kan? Jadi dengan treatment yang fair," jelas Purbaya lebih lanjut.

Data Alumni yang Belum Kembali

Berdasarkan laporan dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan, masih ada puluhan penerima beasiswa yang belum memenuhi janji untuk kembali ke Indonesia.

"Kami sudah melakukan penelitian terhadap mungkin lebih dari 600 awardee, dan dari jumlah tersebut yang sudah ditetapkan sanksi ya termasuk pengembalian itu 8 orang, 36 lagi sedang dalam proses," ungkap Plt Kepala BPPK Kemenkeu, Sudarto, Senin (23/2/2026).

Kondisi ini memicu netizen untuk mempertanyakan kontribusi para figur publik yang juga merupakan alumni LPDP, salah satunya adalah Tasya Kamila.

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila

Laporan Pengabdian Tasya Kamila untuk Indonesia

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila

Menanggapi keraguan publik, Tasya Kamila secara proaktif memaparkan laporan kontribusinya. Sebagai lulusan Master of Public Administration dari Columbia University (2016-2018), Tasya menyadari bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana investasi negara melalui APBN dikelola oleh para alumni.

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila


Berikut adalah 7 poin utama kontribusi Tasya Kamila selama masa bakti 2018-2023 yang ia beberkan lewat unggahan Instagram @tasyakamila, Selasa (24/2/2026).

1. Komitmen Pulang: Tasya menegaskan komitmennya untuk kembali dan menetap di Indonesia segera setelah menyelesaikan studi.

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila

2. Penghubung Kebijakan: Menjadi mediator antara pemerintah dan masyarakat di bidang keberlanjutan (sustainability) melalui posisinya sebagai figur publik.

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila


3. Gerakan Akar Rumput:
Mendirikan yayasan Green Movement Indonesia, mengelola lebih dari 500 relawan, dan mengadakan berbagai program lingkungan seperti edukasi pilah sampah dan penanaman mangrove.

4. Pemberdayaan Pemuda: Menjadi pembicara di lebih dari 100 acara, menjangkau 10.000 anak muda, serta membagikan motivasi pendidikan melalui kanal YouTube.

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila

5. Bidang Pendidikan: Sempat aktif sebagai pengajar di platform pendidikan daring untuk mata pelajaran geografi dan bahasa Inggris tingkat SMA.

6. Industri Kreatif: Tetap melestarikan lagu anak berkualitas, terbukti dengan lagu "Apa Kabar" yang meraih penghargaan AMI Awards 2024.

7. Edukasi Keluarga: Memanfaatkan platform media sosial untuk berbagi informasi mengenai parenting dan kesehatan demi mendukung misi Generasi Emas Indonesia.

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila

Bagi Tasya, pengabdian kepada negara adalah perjalanan seumur hidup yang melampaui masa kontrak beasiswa. Ia percaya bahwa kontribusi bisa dilakukan melalui berbagai cara, baik di jalur perkantoran konvensional maupun melalui peran modern sebagai influencer yang menggerakkan perubahan.

Tasya Kamila LPDP
foto: Instagram/@tasyakamila


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Dalami Kasus Penganiayaan Petugas di Cipinang, Apresiasi Masyarakat Peduli Aspek Safety SPBU
• 14 jam laludisway.id
thumb
Vino G. Bastian Beradu Peran dengan Anak Down Syndrome dalam Film Tanah Runtuh
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Perdana: Yaqut Gugat Status Tersangka KPK Hari Ini
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Cek Status Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Februari 2026, Mengapa Belum Cair Bulan Ini?
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Waktu Antrean Penukaran Uang Baru di PINTAR BI sampai 3.662 Jam, Netizen: Masuknya Setelah Lebaran
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.