Kemenbud-Kemenpar Perkuat Sinergi Kembangkan Wisata Berbasis Budaya

tvrinews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhanadi Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan destinasi wisata berbasis budaya.

Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari integrasi data Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Takbenda (WBTB), penguatan ekosistem event budaya, penyusunan pola perjalanan wisata (travel pattern), optimalisasi promosi digital, hingga diplomasi budaya di tingkat internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menekankan pentingnya penyelarasan program kedua kementerian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

“Budaya dan pariwisata memiliki keterkaitan yang sangat erat. Kolaborasi ini menjadi kunci agar potensi budaya kita benar-benar berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan,”ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Februari 2026.

Ribuan Warisan Budaya Jadi Modal Kuat

Saat ini, Kementerian Kebudayaan mengelola 313 Cagar Budaya Nasional dan 2.727 Warisan Budaya Takbenda. Pada 2025, jumlah WBTB bertambah 514 item baru. Potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dioptimalkan sebagai kekuatan destinasi wisata budaya, sejarah, religi, maupun kuliner.

Menurut Fadli, pengemasan (packaging) dan narasi yang kuat menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem pariwisata budaya yang berkelanjutan.

Untuk pengelolaan situs prioritas, sejumlah kawasan seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Ratu Boko, dan Candi Plaosan telah berada dalam skema kerja sama dengan InJourney.

Pemerintah juga tengah memperkuat kawasan Percandian Dieng serta Percandian Muara Jambi, termasuk pembangunan Candi Kedaton dan Koto Mahligai, serta peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti yang direncanakan tahun depan.

Optimalisasi Kunjungan Borobudur

Terkait Borobudur, Fadli menilai kapasitas kunjungan masih dapat dioptimalkan. Saat ini kuota pengunjung yang dapat naik ke struktur utama sekitar 4.000 orang per hari.

Ia menyebut pemasangan chattra diharapkan menjadikan Borobudur sebagai living heritage yang memiliki makna spiritual sekaligus daya tarik global, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Selain itu, potensi destinasi sejarah dan arkeologi seperti Banda Neira dengan narasi Jalur Rempah, benteng kolonial di Maluku, kawasan Leang-Leang di Sulawesi Selatan, hingga Leang Metanduno di Muna yang berusia sekitar 67.800 tahun juga dinilai strategis untuk dikembangkan dalam pola perjalanan wisata terpadu.

Diplomasi Budaya dan Festival Internasional

Di sektor perfilman dan seni rupa, Kementerian Kebudayaan terus mendorong partisipasi sineas Indonesia di berbagai festival internasional serta menjadi tuan rumah Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).

Tahun ini, Indonesia juga akan berpartisipasi dalam Venice Biennale dengan mengirimkan 14 seniman sebagai bagian dari diplomasi budaya sekaligus promosi pariwisata Indonesia di panggung global.

Target 17 Juta Wisman

Menanggapi kolaborasi tersebut, Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif sinergi lintas kementerian. Ia menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata fokus pada penguatan promosi dan infrastruktur destinasi, termasuk melalui platform digital indonesia.travel.id yang telah dilengkapi fitur analisis tren berbasis kecerdasan buatan.

“Kami membutuhkan dukungan data dan storytelling dari Kementerian Kebudayaan agar museum dan cagar budaya tampil lebih kuat di platform digital. Generasi muda mencari informasi secara online, dan ini harus kita manfaatkan secara maksimal,”ungkap Widiyanti.

Widiyanti menambahkan, target peningkatan kunjungan sebesar 14 persen dengan sasaran 17 juta wisatawan mancanegara memerlukan penguatan promosi berbasis pengalaman (experience-based tourism).

Program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang tahun ini menghadirkan 145 event dinilai dapat menjadi ruang integrasi event budaya guna memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Pertemuan ini menjadi langkah konkret membangun ekosistem pariwisata berbasis budaya secara menyeluruh, mulai dari pelindungan dan penguatan aset budaya, peningkatan kualitas event, integrasi data, hingga promosi global. Sinergi kedua kementerian diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat peradaban dan kebudayaan dunia.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Target Produksi Batu Bara Emiten Low Tuck Kwong MYOH pada 2026
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Profil Arya Iwantoro, Suami Tyas yang Terancam Kembalikan Dana LPDP
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Kalimat yang Diucap Orang Penuh Drama dan Memicu Konflik
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
DKI kemarin, hapus tato hingga pembangunan lapangan padel
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.