Denpasar: Warga Bali diminta mewaspadai dampak cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin. Pasalnya, konsidi tersebut telah berlangsung selama tiga hari terakhir.
“Masyarakat tetap berhati-hati, kalau tidak perlu sekali hindari bepergian yang jauh, apalagi ada jalur atau daerah yang akan melewati rawan banjir,” kata Gubernur Bali Wayan Koster, dikutip dari Antara, Selasa, 24 Februari 2026.
Saat ini hujan yang terus mengguyur Bali menyebabkan banjir di puluhan titik terutama di Denpasar dan Badung. Kasus pohon tumbang dan longsor juga terus ditangani oleh BPBD provinsi maupun kabupaten/kota.
“Banjir saat ini sedang ditangani kepala BPBD, ini karena dari Sabtu (19 Februari) lalu hujan tidak berhenti dari pagi sampai malam lanjut lagi sampai pagi,” ujarnya.
Baca Juga :
Banjir di Bali Lumpuhkan Akses Jalan UtamaMeski demikian, Pemprov Bali memastikan saat ini kondisi masih bisa tertangani, belum dilakukan posko bencana maupun evakuasi skala besar. Fasilitas sirine banjir di aliran sungai rawan yaitu Tukad Badung juga masih diandalkan untuk menekan risiko korban bencana banjir.
“Hingga pukul 18.00 WITA ini data kejadian di 90 titik, terdiri dari banjir 51 titik, tanah longsor lima titik, tanggul jebol satu titik, angin puting beliung satu titik, pohon tumbang 27 titik, dan sandaran jebol empat titik,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana.
Dari kejadian tersebut, daerah yang paling terdampak adalah Kota Denpasar. Banjir tercatat telah melanda 39 lokasi, mulai dari pemukiman warga, kawasan penginapan wisatawan, hingga jalan utama.
Banjir juga melanda Kabupaten Badung di 12 lokasi. Sementara di kabupaten lain, dampak cuaca ekstrem lebih banyak berupa pohon tumbang dan tanah longsor.
“Dampak dari kejadian ini nihil korban jiwa, korban luka, dan korban mengungsi, namun 350 orang sempat dievakuasi sementara tapi sudah kembali ke tempat masing-masing,” ujar dia.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512180/original/047332900_1771927433-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_15.54.48.jpeg)
