Bondowoso: Ratusan rumah di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur terdampak banjir luapan sungai dan tanah longsor yang tersebar di 15 desa. Kondisi ini disebabkan hujan dengan intensitas tinggi pada Senin, 23 Februari 2026.
"Jadi, kemarin itu hujan cukup deras sejak siang hingga malam hari, sejumlah aliran sungai meluap dan membanjir rumah warga, dan ada beberapa titik tanah longsor," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Kristianto Putro Prasojo, dikutip dari Antara, Selasa, 24 Februari 2026.
Di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Bondowoso, rumah-rumah terdampak banjir dan tanah longsor. Tercatat lima rumah terendam akibat luapan air sungai.
Baca Juga :
Kabupaten Bondowoso Dilanda KekeringanDi Kecamatan Curahdami, lima rumah di Desa Silolembu terendam beserta areal persawahan. Sementara di Kecamatan Tenggarang, dampak paling luas terasa di Desa Bataan yang merendam 140 KK, disusul Desa Wonosari dengan 34 rumah, Kelurahan Tenggarang 11 rumah, dan Desa Koncer yang menggenangi halaman rumah warga.
"Sedangkan tanah longsor terjadi di beberapa desa dan ada beberapa rumah rusak seperti Desa Sumbertengah, Kecamatan Binakal, dan Desa Gubrih, Kecamatan Wringin," ujar dia.
Flayer imbauan Jembatan Nangkaan yang menghubungkan Bondowoso-Jember ditutup total. ANTARA/HO-BPBD BOndowoso
Hujan dengan intensitas tinggi juga mengakibatkan jembatan yang menghubungkan antara Bondowoso dan Jember ambles. Akibatnya, akses utama Bondowoso-Jember itu ditutup total.
"Jembatan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso sejak Senin (23 Februari) malam ditutup total karena membahayakan pengendara. Arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif," ungkapnya.




