Bisnis.com, AMMAN — Presiden Prabowo Subianto tiba di Amman, Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Selasa (24/2/2026), dalam rangka kunjungan kerja yang berfokus pada penguatan hubungan bilateral dan pembahasan implementasi Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BOP).
Menurut pantauan Bisnis, pesawat yang membawa Kepala Negara mendarat sekitar pukul 19.53 waktu setempat atau 23.53 WIB di Amman City Airport.
Pesawat orang nomor satu di Indonesia itu pun dikawal oleh dua jet tempur F-16 sebelum mendarat di Lapangan Udara (Lanud) Marka, Yordania.
Setibanya di Yordania, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Hussein bin Abdullah II, Putra Mahkota Yordania sekaligus putra sulung dari Raja Yordania Abdullah II dan Rania Al Abdullah.
Setelah turun pesawat, Presiden juga bersalaman dengan para pejabat penyambut, mulai dari Y.M. Yarub Qudah, Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Perbekalan Yordania (selaku Escort of Honour).
Lalu, ada Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah, Y.M. Ade Padmo Sarwono, Atase Pertahanan RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah, Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Kemudian Kepala negara bersama Putra Mahkota dan Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Perbekalan Yordania berjalan menuju rangkaian dengan melewati jejer kehormatan sebanyak 13 pasang pasukan
Setelah itu, orang nomor satu di Indonesia itu beserta rombongan kemudian menuju hotel untuk beristirahat.
Dalam lawatan ini, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, yakni Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Kehadiran jajaran menteri tersebut mencerminkan spektrum pembahasan yang luas, mulai dari isu energi, diplomasi, hingga kerja sama strategis lintas sektor. Salah satu agenda utama pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Abdullah II adalah pembahasan implementasi BOP atau dewan perdamaian internasional yang difokuskan pada stabilisasi Gaza.
Hal itu sejalan dengan Indonesia yang resmi menyepakati partisipasi dalam BOP pada pertemuan di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. Saat itu, Presiden Prabowo menyatakan bahwa forum tersebut merupakan peluang nyata bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomatik dan stabilisasi kawasan.
Tindak lanjut komitmen tersebut berlanjut dalam rapat perdana BOP di Washington DC pada 19 Februari 2026. Dalam forum itu, Presiden Prabowo menyaksikan bahwa Indonesia ditunjuk sebagai Deputy Commander BOP.
Indonesia juga menyatakan kesiapan menyiapkan 8.000 pasukan perdamaian untuk mendukung misi stabilisasi, meski waktu pengiriman pasukan masih menunggu keputusan bersama dan perkembangan situasi di lapangan. Secara keseluruhan, terdapat 25 negara yang tergabung dalam BOP, termasuk Indonesia dan Yordania.
Hubungan Intens Dua Tahun Terakhir
Hubungan Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II terjalin intens sejak Prabowo menjabat Presiden. Pada April 2025, keduanya bertemu di Yordania dan membahas kerja sama sektor agrikultur.
Presiden Prabowo saat itu menyatakan ketertarikannya mempelajari konsep pertanian Yordania, khususnya pengelolaan lahan kering dan teknologi irigasi di wilayah semi-arid.
Pertemuan kembali berlangsung pada November 2025 di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara membahas kerja sama sektoral mencakup bisnis pertambangan, industri, produk halal, pertahanan, keamanan siber, hingga upaya memerangi ekstremisme.
Selain itu, ditandatangani sejumlah nota kesepahaman terkait peningkatan kualitas pendidikan, sains dan teknologi, serta kesehatan.
Negara Muslim Pertama yang Didatangi saat Ramadan
Kunjungan Presiden Prabowo kali ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan, memberi nuansa simbolik pada diplomasi kedua negara yang sama-sama memiliki peran penting di dunia Islam.
Terlebih, Yordania menjadi Negara muslim pertama yang didatangi oleh Presiden Prabowo saat Ramadan 2026.
Pertemuan bilateral dan jamuan buka puasa di Istana Al-Husseiniya dipandang sebagai momentum mempererat solidaritas serta memperkuat koordinasi Indonesia–Yordania dalam mendorong stabilitas kawasan dan perjuangan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi internasional.
Lawatan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor aktif dalam arsitektur perdamaian global, dengan Yordania sebagai mitra strategis di kawasan Timur Tengah.





