Denpasar (ANTARA) - Tim SAR gabungan mengevakuasi 12 korban banjir di salah satu titik yang lumpuh akibat cuaca ekstrem yaitu Jalan Dewi Sri, Legian, Kabupaten Badung.
“Sejak siang hingga sore hari, total korban yang terevakuasi oleh tim SAR gabungan di seputaran Dewi Sri yakni 12 orang,” ucap Koordinator Lapangan Basarnas Bali Komang Sudiarsa.
Di Denpasar, Selasa, diketahui terjadi bencana banjir di puluhan titik di Bali terutama Denpasar dan Badung akibat hujan angin selama tiga hari penuh.
Puncaknya, cuaca ekstrem mengakibatkan air meluap hingga ke jalan utama di Jalan Dewi Sri hingga melumpuhkan lalu lintas kendaraan karena air mencapai ketinggian 1 meter lebih atau sekitar dada orang dewasa.
Atas kejadian tersebut, pagi tadi Basarnas Bali terlebih dahulu memberangkatkan 11 personel berbekal satu unit perahu karet.
“Setibanya di lokasi, tim langsung bertemu warga setempat yang meminta bantuan evakuasi, satu orang mengalami cedera di kaki karena terkena gerinda dan membutuhkan evakuasi segera,” kata Komang Sudiarsa.
Baca juga: Cuaca ekstrem picu banjir dan tanah longsor di Lombok Tengah
Berbekal satu perahu karet khusus di titik tersebut, Basarnas Bali bergantian menjemput dan mengangkut warga terutama anak-anak yang terjebak banjir.
Menjelang sore, tim dari Ditsamapta Polda Bali bergabung setelah mereka melaksanakan evakuasi di daerah Sanur dan sebagian area Legian yang juga terdampak banjir.
Begitu pula dari Brimob Polda Bali dan Balawista, sehingga total tiga unit perahu karet dan tiga unit kano digunakan dalam upaya evakuasi bencana banjir khusus di area Jalan Dewi Sri.
Selama proses evakuasi, Komang Sudiarsa mengatakan hujan terus mengguyur disertai angin sangat kencang, sehingga aktivitas penyelamatan cukup terganggu.
“Kendaraan operasional tidak bisa menembus banjir, sehingga penurunan perahu karet jaraknya cukup jauh dari lokasi korban,” ucapnya.
Baca juga: BPBD: 76 bencana terjadi di Bali akibat cuaca ekstrem sejak kemarin
Untungnya semakin sore debit air mulai turun meskipun hujan masih sering muncul selang beberapa waktu, warga pun juga sudah dapat melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
Komang Sudiarsa mengatakan Tim SAR gabungan sempat berjaga di titik kumpul, namun hingga pukul 17.50 Wita tidak ada lagi permintaan bantuan evakuasi.
“Untuk sementara dari hasil pantauan dan laporan sore hari ini sudah tidak ada, jadi untuk evakuasi sudah berjalan dan air sudah mulai surut, dan untuk hari ini kami akhiri," kata dia sambil tetap meminta menjaga kesiapsiagaan mengingat hujan masih turun.
Berdasarkan data BPBD Bali sendiri bencana banjir tidak hanya di satu titik Jalan Dewi Sri, hingga pukul 18.00 Wita setidaknya terjadi banjir di 51 titik di Bali.
Sebanyak 39 titik banjir terjadi di Denpasar dan 12 titik di Kabupaten Badung, sehingga unsur SAR bertindak di titik-titik yang membutuhkan bantuan evakuasi.
Total dalam sehari sebanyak 350 orang telah dievakuasi sementara baik masyarakat maupun wisatawan, namun tak ada korban jiwa atau korban mengungsi atas kejadian banjir maupun bencana lainnya akibat cuaca ekstrem di Bali.
Baca juga: Kementerian PU: Penerapan "zero delta q" kendalikan risiko banjir
Baca juga: BNPB ingatkan warga Jatim tetap siaga cuaca ekstrem meski banjir surut
“Sejak siang hingga sore hari, total korban yang terevakuasi oleh tim SAR gabungan di seputaran Dewi Sri yakni 12 orang,” ucap Koordinator Lapangan Basarnas Bali Komang Sudiarsa.
Di Denpasar, Selasa, diketahui terjadi bencana banjir di puluhan titik di Bali terutama Denpasar dan Badung akibat hujan angin selama tiga hari penuh.
Puncaknya, cuaca ekstrem mengakibatkan air meluap hingga ke jalan utama di Jalan Dewi Sri hingga melumpuhkan lalu lintas kendaraan karena air mencapai ketinggian 1 meter lebih atau sekitar dada orang dewasa.
Atas kejadian tersebut, pagi tadi Basarnas Bali terlebih dahulu memberangkatkan 11 personel berbekal satu unit perahu karet.
“Setibanya di lokasi, tim langsung bertemu warga setempat yang meminta bantuan evakuasi, satu orang mengalami cedera di kaki karena terkena gerinda dan membutuhkan evakuasi segera,” kata Komang Sudiarsa.
Baca juga: Cuaca ekstrem picu banjir dan tanah longsor di Lombok Tengah
Berbekal satu perahu karet khusus di titik tersebut, Basarnas Bali bergantian menjemput dan mengangkut warga terutama anak-anak yang terjebak banjir.
Menjelang sore, tim dari Ditsamapta Polda Bali bergabung setelah mereka melaksanakan evakuasi di daerah Sanur dan sebagian area Legian yang juga terdampak banjir.
Begitu pula dari Brimob Polda Bali dan Balawista, sehingga total tiga unit perahu karet dan tiga unit kano digunakan dalam upaya evakuasi bencana banjir khusus di area Jalan Dewi Sri.
Selama proses evakuasi, Komang Sudiarsa mengatakan hujan terus mengguyur disertai angin sangat kencang, sehingga aktivitas penyelamatan cukup terganggu.
“Kendaraan operasional tidak bisa menembus banjir, sehingga penurunan perahu karet jaraknya cukup jauh dari lokasi korban,” ucapnya.
Baca juga: BPBD: 76 bencana terjadi di Bali akibat cuaca ekstrem sejak kemarin
Untungnya semakin sore debit air mulai turun meskipun hujan masih sering muncul selang beberapa waktu, warga pun juga sudah dapat melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
Komang Sudiarsa mengatakan Tim SAR gabungan sempat berjaga di titik kumpul, namun hingga pukul 17.50 Wita tidak ada lagi permintaan bantuan evakuasi.
“Untuk sementara dari hasil pantauan dan laporan sore hari ini sudah tidak ada, jadi untuk evakuasi sudah berjalan dan air sudah mulai surut, dan untuk hari ini kami akhiri," kata dia sambil tetap meminta menjaga kesiapsiagaan mengingat hujan masih turun.
Berdasarkan data BPBD Bali sendiri bencana banjir tidak hanya di satu titik Jalan Dewi Sri, hingga pukul 18.00 Wita setidaknya terjadi banjir di 51 titik di Bali.
Sebanyak 39 titik banjir terjadi di Denpasar dan 12 titik di Kabupaten Badung, sehingga unsur SAR bertindak di titik-titik yang membutuhkan bantuan evakuasi.
Total dalam sehari sebanyak 350 orang telah dievakuasi sementara baik masyarakat maupun wisatawan, namun tak ada korban jiwa atau korban mengungsi atas kejadian banjir maupun bencana lainnya akibat cuaca ekstrem di Bali.
Baca juga: Kementerian PU: Penerapan "zero delta q" kendalikan risiko banjir
Baca juga: BNPB ingatkan warga Jatim tetap siaga cuaca ekstrem meski banjir surut




