Zulhas Targetkan Teknologi Pengolahan Sampah Masuk E-Katalog dalam Sebulan

liputan6.com
20 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan perangkat teknologi pengolahan sampah untuk kebutuhan daerah dapat masuk ke katalog elektronik (e-katalog) dalam waktu satu bulan ke depan guna mempercepat penanganan darurat sampah.

“Ini kita target (teknologi pengolahan sampah) satu bulan untuk bisa masuk e-katalog, sehingga masyarakat bisa membeli atau mempergunakan itu,” kata Zulkifli Hasan yang biasa disapa Zulhas usai rapat koordinasi terbatas lintas kementerian di Jakarta, Senin (23/2) seperti dilansir Antara.

Advertisement

BACA JUGA: Kemenhut Tetapkan Tersangka Pembalakan Liar di Cagar Alam Napabalano, Terancam 11 Tahun Penjara

Ia menjelaskan rapat koordinasi yang dipimpinnya membahas dua agenda utama, salah satunya percepatan penerapan teknologi pengolahan sampah menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto yang menilai persoalan sampah telah berada pada kondisi darurat.

Zulhas menyebut pemerintah tetap melanjutkan program pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy/WTE) melalui fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang kini ditetapkan di 33 kota, berkurang dari sebelumnya 34 kota.

“PSEL tetap, tadinya 34 sekarang ada di 33 kota,” ujar dia.

Untuk DKI Jakarta, ia mengatakan bahwa penerapan PSEL dirancang di tiga lokasi meski berada dalam satu wilayah administrasi, yakni dua fasilitas di kawasan Bantar Gebang di Kota Bekasi, Jakarta Barat dan satu fasilitas di Sunter, Jakarta Utara.

Namun, menurut Zulhas, penerapan WTE di 33 kota tersebut diproyeksikan baru dapat menyelesaikan sekitar 20 persen persoalan sampah nasional, sehingga pemerintah menyiapkan langkah lanjutan untuk menangani 80 persen sisanya.

“Kalau waste to energy itu jalan semua di 33 kota, baru 20 persen masalah sampah selesai. Masih ada 80 persen lagi yang belum kita selesaikan,” katanya.

Ia menyampaikan rapat memutuskan penanganan sisa 80 persen sampah dibagi ke dalam empat kategori teknologi, yakni tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) non-refuse derived fuel (non-RDF), TPST RDF, tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle (TPS 3R), serta pengolahan sampah organik dari sumber atau masyarakat langsung.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab: Indonesia targetkan percepatan penguasaan teknologi strategis
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Studio Mozaik Vatikan Rawat Karya Seni Basilika Santo Petrus
• 21 jam laludetik.com
thumb
Bareskrim: Operator E-Tilang Palsu Digaji Kripto hingga Raup Hampir Rp 1 M
• 2 jam laludetik.com
thumb
Aniaya Petugas SPBU di Cipinang, Pelaku Ternyata Pakai Pelat Nomor Palsu
• 20 jam laluokezone.com
thumb
4 Zodiak Introvert yang Tidak Nyaman dengan Keramaian
• 5 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.